#footer-column-divide { clear:both;background: #3B5998;color:#ffcc66; } .footer-column { padding: 10px; }

UNIVERSITAS INDONESIA

Veritas, Probitas, Justisia

IMS FTUI 2014

Integratif dan Kontributif

Civil Engineering

Proud To Be Civil Engineer

CENS UI 2013

Contribute to our country

OIM FTUI 2014

Ayo sipil pasti bisa rebut juara !!! #SemangatBerprestasi

Kamis, 30 Agustus 2012

MITI PAPER CHALLENGE 2012

” Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Berbasis Green Innovation Guna Menyelamatkan Masa Depan Perekonomian Indonesia”
KETENTUAN KOMPETISI MPC
A.   Persyaratan
Persyaratan untuk mengikuti kompetisi MITI Paper Challenge ini antara lain:
  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif  Diploma atau S-1  atau alumni Perguruan Tinggi maksimal 1 tahun di seluruh Indonesia
  2. Peserta dapat perseorangan atau berkelompok 2-3 orang dalam satu/beda Perguruan Tinggi.
  3. Seorang mahasiswa tidak diperkenankan merangkap sebagai ketua penulis pada kelompok bidang yang lain.
  4. Seorang mahasiswa maksimal menjadi tim pada 2 kelompok.
  5. Setiap peserta/kelompok dibimbing oleh seorang dosen pembimbing.

B.    Substansi
  1. Substansi tulisan merupakan gagasan atau hasil penelitian  yang telah teruji.
  2. Gagasan yang ditulis dapat berupa deskripsi, analisis, maupun sintesis fenomena-fenomena yang diangkat secara ilmiah, serta didukung oleh referensi ilmiah baik yang berasal dari buku, hasil penelitian sebelumnya, maupun jurnal hasil penelitian.

C.   Bidang Kajian
Lingkup bidang kajian MITI Paper Challenge (MPC) 2012 mempunyai
Tema : Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Berbasis Green
             Innovation Guna Menyelamatkan Masa Depan Perekonomian
             Indonesia
Sub Tema :
  1. Ekonomi kreatif
  2. Social Technopreneur
  3. Green Innovation berbasis SDAL
  4. Nanotechnology
  5. Pengelolaan Sumber daya Alam
  6.  Kebijakan pemerintah dalam hal SDAL (Sumber Daya Alam dan Lingkungan) dan ekonomi
  7. Penerapan pengelolaan SDAL dalam pendidikan
 mencakup 3 bidang yaitu: Sosial, Sains, dan Pendidikan. 

D. Alur Seleksi Naskah

Alur seleksi dari MITI Paper Challenge adalah, sebagai berikut:
1 Agustus-30 September 2012   Penerimaan naskah
7 Oktober 2012                                 Pengumuman seleksi administratif
1 November 2012                            Pengumuman 10 jurnal terbaik
13-14 Desember 2012                    Presentasi 10 jurnal terbaik
15 Desember 2012                           Pengumuman pemenang pada acara IIEO

E. Ketentuan Penulisan
  1.  Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, huruf times new roman, font 12, spasi 1.5, margin normal, before & after spacing 0 pt.
  2. Jumlah halaman 8-12 halaman* mencakup: Judul; Abstrak (sebutkan kata kunci); Pendahuluan; Kajian pustaka; Metodologi; Pembahasansolusi permasalahan; Kesimpulan; Referensi; Lampiran (jika ada); Biodata singkat penulis (dibuat dalam bentuk narasi maksimal 100 kata)
  3. Disertakan lembar sampul dan orisinalitas karya (di luar jumlah 12 halaman). 
F. Juri
  • Perwakilan dari MITI Innovation Centre
  • Perwakilan dari MITI Mahasiswa
  • Perwakilan dari akademisi/praktisi

H. Biaya Pendaftaran
Biaya pendaftaran sebesar Rp 30.000,00 dikirimkan ke rekening panitia:
Panitia MPC 2012 MITI Mahasiswa
a.n Mega Trishuta Pathiassana
Bank Mandiri KCP. Depok UI
No.Rekening: 157-00-0254961-7

I. Format Pendaftaran
  Formulir Pendaftaran (70.5 KiB, 75 hits)
atau dapat diunduh di sini. Formulir dikirim kembali ke ripimitim@yahoo.com paling lambat 30 September 2012 pukul 23.59 WIB dalam format (.doc), dalam 1 file archive (.zip) bersama dengan file naskah (.doc), scan KTM (.jpg), dan scan bukti pembayaran (.jpg).
Format penamaan file :
  1. Formulir: Formulir-Nama.doc. Contoh: Formulir–Ferry,irawan,santi.doc
  2. Naskah jurnal: Judul naskah-Nama.doc. Contoh: Pemanfaatan Sansiviera Sebagai Komponen Penguat Dalam PMC-Ferry,irawan,sant.doc
  3. Scan KTM: KTM – Nama.jpg. Contoh: KTM–Ferry,irawan,santi.jpg
  4. Scan Bukti Pembayaran: Bukti Pembayaran-Nama.jpg. Contoh: Bukti Pembayaran–ferry,irawan,santi.jpg
  5. File .zip: MPC 2012- Universitas-Nama-Judul naskah.zip. Contoh: MPC 2012–USU- ferry,irawan,santi-Pemanfaatan Sansiviera sebagai Komponen Penguat Dalam PMC. zip
Format subjek email : MPC 2012–Universitas-Nama-Judul naskah. Contoh: MPC 2012-USU-Ferry, irwan, santi-Pemanfaatan Sansiviera sebagai Komponen Penguat Dalam PMC
*Registrasi dianggap valid bila bukti pembayaran telah dikirim via email.

J. Kriteria Penilaian

  Kriteria Penilaian (93.0 KiB, 70 hits)
atau dapat diunduh di sini.
K. Hadiah
Juara 1 : Trophy, Piagam Penghargaan, Uang Tunai Rp 3.000.000,00
Juara 2: Trophy,  Piagam Penghargaan, Uang Tunai Rp 2.000.000,00
Juara 3 : Trophy, Piagam Penghargaan, Uang Tunai Rp 1.000.000,00
Juara Harapan 1, 2, 3 : Piagam Penghargaan dan  Uang Tunai @Rp 500.000,00
4 Finalis lainnya : Piagam penghargaan dan hadiah hiburan dari sponsor
Semua finalis akan mendapatkan buku dari kumpulan jurnal 10 finalis.

L. Kontak Panitia
Jika ada pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Yufita Eftiana:081803306030 (eftiana@yahoo.co.id)
Misdawita: 085265858063 (misdawita04@gmail.com)
Heru Edi Kurniawan: 085876104972 (heruedi@gmail.com)

MORE INFORMATION :
http://mitimahasiswa.com/2012/08/02/miti-paper-challenge-2012/


Jumat, 03 Agustus 2012

TIPS MENGHEMAT BIAYA KONSTRUKSI

Struktur memiliki pengaruh signifikan terhadap anggaran biaya pembangunan rumah. Terkadang, pembuatan struktur memakan 40 - 50 persen dari total biaya. Untuk menyiasati biaya mahal ini, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Ukuran rumah

Pastikan ukuran rumah Anda merupakan angka genap atau kelipatan angka panjang bahan material. Untuk baja, ukurannya 3 meter, 6 meter, 9 meter adalah angka ideal. Untuk beton, kelipatan 4 meter merupakan angka yang efektif.

Bentuk rumah

Bentuk denah kotak atau persegi panjang yang jauh lebih murah dan efisien ketimbang segitiga atau bentuk bersudut lainnya. Dari sisi material bangunan, bentuk melengkung biasanya menyisakan bahan material cukup banyak.

Lahan rumah

Lokasi juga mempengaruhi besar biaya struktur dan konstruksi. Memilih lahan dengan kemiringan yang cukup curam akan menambah biaya perataan rumah.

Kondisi cuaca dan iklim

Perhatikan pula bentuk struktur dan kosntruksi rumah tradisional setempat. Biasanya rumah vernakular sudah mengalami proses trial and error sehingga diperoleh desain yang paling sesuai dengan kondisi alam.

Sumber daya manusia

Jika Anda ingin membangun rumah murah, carilah tukang atau mandor handal. Terlebih bila Anda tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi pembangunan. Mungkin upah mereka sedikit lebih mahal, namun biaya pembangunan jadi tidak membengkak.

Gunakan material lokal

Cara lain untuk mengurangi biaya pembangunan rumah adalah dengan menggunakan bahan bangunan sederhana namun bermutu. Beberapa material alternatif lokal dapat dipakai, selain menghemat energi juga tersedia banyak di sekitar hunian tempat tinggal. Contoh material lokal seperti bambu, batu bata, kayu, dan kayu kelapa.

Material alternatif

Selain material bangunan pada umumnya, sekarang ini ditemukan teknologi bahan alternatif yang lebih efektif. Material tersebut seperti semen mortar, beton aerasi, kertas, styrofoam (EPS Sandwich Panel), Fiber Semen, dan kotainer.

Sumber: Seri Rumah Ide Rumah Murah, Imelda Akmal Architecture Writer Studio, Gramedia Pustaka Utama

Senin, 02 Juli 2012

PANEL DINDING BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN DARI KOMPOSIT LIMBAH PABRIK KERTAS (SLUDGE), SABUT KELAPA DAN SAMPAH PLASTIK: PENGARUH KOMPOSISI BAHAN DAN BEBAN PENGEMPAAN TERHADAP KUAT LENTUR (BENDING)

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah pabrik kertas (sludge), sabut kelapa
dan sampah plastik sebagai bahan baku pembuatan panel bangunan ramah lingkungan yang
diharapkan memiliki kekuatan/karakteristik mekanik tinggi segingga di masa mendatang dapat
dijadikan sebagai panel bangunan tahan gempa. Dilaporkan dalam penelitian sebelumnya
bahwa kelimpahan limbah pabrik kertas berupa sludge menjadi problem besar dalam industri
kertas di Indonesia dengan limbah mencapai 7,7 juta ton pertahun dan industri kertas yang
terpusat di Surabaya memberikan kontribusi 98% dari seluruh limbah industri yang dibuang ke
Kali Surabaya. Padahal sludge pabrik kertas termasuk kategori B3 yang mengandung logam
berat. Sampai sekarang limbah sludge menjadi problem lingkungan yang belum terpecahkan.
Di pihak lain, Indonesia merupakan penghasil kelapa (kopra) terbesar ke tiga di dunia dan
komponen utama buah kelapa berupa sabut kelapa (35%) belum dimanfaatkan secara optimal.
Ditambah lagi dengan jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 1,6 ton pertahun sehingga
mejadi problem lingkungan yang serius. Selanjutnya Kebutuhan bahan bangunan yang ramah
lingkungan dan tahan gempa merupakan kebutuhan teknologi konstruksi, karena sebagian
besar wilayah Indonesia adalah wilayah rawan gempa. Penelitian ini telah merujuk pada hasilhasil
penelitian sejenis terdahulu kaitannya dengan proses pembuatan dan pengujian
karakteristik mekaniknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi beban pengempaan
pada saat pencetakan panel bangunan dan komposisi sabut kelapa (% b/b) ternyata
berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik mekaniknya. Diperoleh kuat lentur
(bending) optimal, yakni 77,81 kg/cm2 dengan beban pengempaan 2000 bars dan komposisi
sabut kelapa sebesar 2 % (b/b). Hasil penelitian ini akan dikembangkan secara komprehensif
kaitannya dengan pencapaian hasil yang lebih optimal.

Kata-kata kunci: limbah pabrik kertas, sabut kelapa, sampah plastik

Dikutip dari paper karya :
Fajriyanto dan Feris Firdaus
Pusat Penelitian Sain dan Teknologi, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
Email: fajriyanto@ftsp.uii.ac.id

Minggu, 24 Juni 2012

Perkembangan Transportasi di Indonesia

Berapa lama waktu yang diperlukan jika hendak bepergian dari Jakarta ke Surabaya? Hanya sekitar 1,5 jam saja bila menggunakan pesawat. Bila memilih menggunakan jasa kereta api, waktunya sekitar 12-18 jam. Padahal, pada zaman dulu sewaktu belum ada sarana transportasi modern, perjalanan Jakarta-Surabaya harus ditempuh selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Wow, lama sekali, ya?
Bagaimana sih perkembangan alat transportasi di negeri kita ini? Yuk, kita simak kisahnya!
Transportasi Air
Di Indonesia, sebagai negara bahari, perahu dan kapal merupakan alat transportasi dan komunikasi penting sejak awal peradaban Nusantara. Tak heran, alat transportasi yang paling banyak ragamnya di Indonesia adalah perahu dan kapal.
Setiap daerah berpantai di Indonesia memiliki jenis perahu tradisional dengan bentuk dan ornamen khas. Misalnya, Pinisi dari Makasar, Sope dari Jakarta, Alut Pasa dari Kalimantan Timur, Lancang Kuning dari Riau, Gelati dari Perairan Bali, dan Kora-kora dari Maluku.
Di beberapa daerah di Indonesia, misalnya Kalimantan, jalur penghubung utama antarwilayah adalah sungai. Transportasi utama yang banyak digunakan adalah perahu. Mulai dari perahu kecil yang disebut kelotok atau ketingting yang bisa memuat 10 penumpang, hingga bus air berupa perahu panjang (long boat) yang bisa mengangkut puluhan penumpang.
Transportasi Darat
Di Pulau Jawa, yang menjadi pusat perkembangan peradaban Nusantara sejak abad ke-4, jalur perhubungan yang berkembang adalah jalur darat. Kuda banyak dipakai untuk bepergian karena kekuatan dan kecepatannya. Alat transportasi yang berkembang pun menggunakan jasa kuda, misalnya, kereta kuda yang kemudian berkembang menjadi andong atau delman. Sedangkan untuk mengangkut barang, selain menggunakan jasa kuda, juga ada pedati yang ditarik sapi atau kerbau.
Awal masuknya transportasi darat modern di Indonesia dimulai pada masa pendudukan Belanda, di pusat pemerintahannya saat itu yang berada di Batavia atau Jakarta. Pemerintah Belanda membangun jalur kereta api dengan rute Batavia-Buitenzorg (Bogor), tahun 1873.
Sedangkan alat transportasi yang digunakan di dalam kota adalah trem yang digerakkan oleh mesin uap. Trem merupakan angkutan massal pertama yang ada di Jakarta. Pada 1910, Jakarta sudah mempunyai jaringan trem.
Tahun 1960-an, Presiden Sukarno memerintahkan penghapusan trem karena dianggap tidak cocok lagi untuk kota sebesar Jakarta. Trem pun digantikan bus-bus besar.
Untuk transportasi jarak dekat, ada oplet dan becak. Ada pula bemo yang mulai dipakai sejak tahun 1962. Tahun 1970-an, muncul helicak dan bajaj. Meski sudah dilarang beroperasi, kita masih bisa menemukan beberapa jenis alat transportasi ini.
Saat ini, alat transportasi darat yang biasa dimanfaatkan masyarakat adalah bus dan kereta listrik. Pemerintah pun berusaha mengembangkan transportasi massal yang modern dan murah seperti bus TransJakarta. Di masa depan, rencananya, akan ada monorel yang lebih cepat dan canggih.
Meski sarana transportasi sudah semakin canggih, alat transportasi tradisional seperti andong atau delman masih banyak kita temui. Misalnya, di Yogyakarta.
Transpostasi Udara
Sejarah transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah kemerdekaan. Untuk kemudahan transportasi, pada 1948, mantan presiden Soekarno membeli dua pesawat tipe DC-3 dari Singapura. Pembelian pesawat tersebut didanai para pengusaha asal Aceh. Wilayah Aceh kala itu merupakan bagian Indonesia yang belum tersentuh Belanda.
Sebagai bentuk penghargaan kepada Aceh, dua pesawat tersebut dinamai RI-001 Seulawah Agam dan RI-002 Seulawah Inong. Pesawat tersebut melakukan penerbangan pertama pada 26 Januari 1949 dengan rute penerbangan Calcutta-Rangoon. Kedua pesawat tersebut menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan pertama tanah air yaitu Garuda Indonesia.
Industri penerbangan nasional dirintis tahun 1946 di Yogyakarta oleh tim Angkatan Udara Republik Indonesia yang dipelopori Wiweko Soepono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan J. Sumarsono. Salah satu hasil rancangannya adalah pesawat Si Kumbang yang melakukan penerbangan pertama pada 1 Agustus 1954.
Pada 26 April 1976 industri pesawat terbang itu berkembang menjadi PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang didirikan dengan DR. B.J. Habibie. Salah satu hasil karya IPTN adalah prototipe pesawat turbo N-250 yang pertama kali terbang selama 55 menit, pada 10 Agustus 1995. Namun industri pesawat terbang ini harus berhenti karena kekurangan dana akibat krisis moneter pada 1997.

Sumber :  http://www.majalahbravo.com/artikel/wawasan/301-perkembangan-transportasi-di-indonesia

Kamis, 03 Mei 2012

PROGRES TIM RISET

Hai teman-teman,,,
Tim Riset Sipil Lingkungan semakin menggeliat di tahun ini. Berbagai ajang perlombaan saat ini tengah dihadapi tim Riset Sipil dan Lingkungan. Banyak juga diantaranya yang sukses dan kini tengah menjadi finalis. Nah, ini ada beberapa progres dari Tim Riset Sipil dan Lingkungan kita :)

LOMBA JEMBATAN
----CIVIL EXPO ITS (sudah berlalu)
Ada 6 tim :
  • Mahdi & Angga
  • Ardy & Ismail H
  •  Murni & Felix
  • Mo & Edith
  • Rahman & Rezaqul
  • Risa dan Lugas

HASILNYA : tidak ada yang lolos dan UI dapat peringkat 20


LOMBA Rancang Kuda-Kuda UGM (yang mengikuti adalah anak-anak Jembatan)
Ada 2 tim :

TIM BHISMO DAN TIM KARALIS
  • Aldy Gustinara
  • Arief Fadliansyah
  • Gilang Bhisma Pratama
  • Arya Chunata
  • Bonifacious Jovianto
  • Ferdian Irbany
HASILNYA : 2 tim LOLOS dan masuk FINAL

LOMBA MAKET PNJ
Ada 1 tim, yaitu Tim Bangunan. Tim ini juga sudah mengirim proposal dan maket stasiun kereta. Namun, akhirnya batal ikut karena pengubahan jadwal mendadak H-1 dari pihak PNJ (saat itu bertepatan dengan ITS)

LOMBA WATER FRONT CITY (BEM ITS)
Ada 1 tim yang terdiri dari Felix, Wanda dan Eta (semuanya 2009). Mereka sudah mengirimkan proposal tanggal 16 April lalu dan saat ini tengah menunggu pengumuman. SEMOGA SUKSES YA :)

LOMBA KUDA-KUDA UGM yang diikuti oleh Tim Bangunan sebenarnya ada tambahan lagi nih...
Dua tim lainnya selain tim Aldy, Bhisma dan Arief (yang juga merupakan Tim Bangunan), yaitu :
TIM 1  terdiri dari Rara, Kemal dan Danu
TIM 2 terdiri dari Wanda, Deta dan Aldo

LOMBA BETON PNJ
Ada satu tim dan mereka sudah membuat makalah dan sampel beton. Namun, sangat disayangkan karena lagi-lagi terjadi perubahan jadwal secara mendadak dimana saat itu kita sedang UTS. :(

LOMBA BETON UNTAR
Ada 1 tim yang terdiri dari Nanda, Gabby dan Herlambang (nah, ini 2008 bro n sist). Saat ini mereka sudah mengirimkan proposal dan sampel betonnya. Kini tengah menunggu pengumuman dari panitia. (Semoga sukses kakaaa....)

LOMBA ELSEVIER (Tingkat Dunia, mannn...)
Ada 1 tim dan sudah mengumpulkan proposalnya tanggal 15 April ini. Mereka mengadakan penelitian tentang suplai air di kawasan Citarum serta penelitian tentang tercemarnya air sungai oleh logam berat.

Nah, itu dia sekelumit progres dari Tim Riset. Selain lomba-lomba di atas juga kita sudah mengirimkan 3 proposal PKM-GT dan sekarang tengah menunggu hasilnya. Baru-baru ini GG TEAM juga berhasil jadi Juara I nih di Singapore. Dari 3 anggotanya, 2 diantaranya itu anak Sipil lho. Ya, mereka adalah Visarah dan Anita...
SELAMAT..SELAMAT... :)

Seperti kata pepatah, 'ANAK SIPIL ITU JAGO DI RUANGAN DAN JUGA JAGO DI LAPANGAN'..
Saat ini kita juga tengah aktif di KERSOS 2012 nih... Adapun bantuan Tim Riset di KERSOS 2012...

•Perancangan jembatan untuk proyek kersos 2012
•Pengolahan air bersih untuk proyek kersos (apabila dibutuhkan warga disana)
•Penyuluhan tentang komposting untuk proyek kersos

Wah, bangga nih jadi ANAK SIPIL LINGKUNGAN. Semakin jaya, semakin eksis aja...
Ayo yang lain, mari bergabung dan menorehkan prestasi.
SIPIIIIIIIL......

Rabu, 02 Mei 2012

Making Transportation Sustainable: Insights from Germany

This article is taken by IPTEK IMS FTUI from website :
http://www.brookings.edu/reports/2009/0416_germany_transportation_buehler.aspx when May, 3th 2012.
Let's us improve ourself and open our eyes...


Worsening traffic congestion and increasing reliance on foreign oil affect America’s economic competitiveness. Excessive driving contributes to high energy consumption, carbon emissions, and pollution. The costs of maintaining the current structure are untenable. The existing gas tax cannot finance the massive investments needed to fix our deteriorating transportation system.

Increasing transportation sustainability in the United States requires policies that foster changes in travel behavior. Germany’s case may provide a helpful example. Although car use has grown in both countries, Germany has been far more successful than the United States in creating a more balanced transportation system.

Sustainability, for the purposes of this report, means encouraging shorter trips by modes of transportation that require less energy and generate less harmful environmental impacts. Moreover, a more sustainable transportation system should foster commerce, reduce energy consumption and carbon emissions, increase safety, provide equal access to destinations for all groups of society, and enhance the quality of life.

America’s challenge
This report examines the key differences and determinants of travel behavior in Germany and the United States. Americans travel by car twice as much per year as Germans and use transit only a sixth as much. Differences in car reliance between the United States and Germany are not solely due to income or residential density. Germans in the highest income quartile make a lower share of their trips by car than Americans in the lowest income quartile. And Germans living in low density areas travel by car about as much as Americans living at population densities five times higher.

The result is a transportation system in the United States that is less sustainable than in Germany. The per capita carbon footprint of passenger transportation in the United States is about three times larger than in Germany. Although gas prices in the United States are half those in Germany, Americans spend five percent more of their budgets on transportation than Germans. In government outlays as well (federal, state and local), Germany spends less per capita on transportation than the United States.

German policies
German governments at all levels have influenced travel behavior through a series of policies enacted over decades. Pricing, restrictions, and mandated technological improvements help mitigate the harmful impacts of car use. Integration of public transportation at the metropolitan and national levels provide a viable alternative to the car. Targeted regional land planning policies encourage compact, mixed-use development, and thus keep trip distances short and feasible for walking or cycling. These policies were coordinated to ensure their mutually reinforcing impact. 

Lessons for the United States
Public policy can play a major role in reshaping America’s transportation system. The German experience offers five lessons to the United States for improving transportation sustainability through changes in travel behavior:
  • Get the Price Right in order to encourage the use of less polluting cars, driving at non-peak hours and more use of public transportation
  • Integrate Transit, Cycling, and Walking as Viable Alternatives to the Car, as a necessary measure to make any sort of car-restrictive measures publicly and politically feasible
  • Fully Coordinate and Integrate Planning for Land Use and Transportation to discourage car-dependent sprawl and promote transit-oriented development
  • Public Information and Education to Make Changes Feasible are essential in conveying the benefits of more sustainable policies and enforcing their results over the long term
  • Implement Policies in Stages with a Long Term Perspective because it takes considerable time to gather the necessary public and political support and to develop appropriate measures.
A New Federal Approach
A window of opportunity for changes in transportation policy is opening in the United States. There is an impending transportation funding crisis, a deep recession, highly volatile energy prices, and imminent U.S. engagement in international climate change discussions. Moreover, the next update of the federal transportation law is due in the fall of 2009.

These opportunities require political commitment from Congress and the White House to a new set of federal policies. The focus should be on investing in infrastructure that supports the competitiveness and environmental sustainability of the nation, rather than funding unworthy pork barrel projects of individual states or districts. This will require a level playing field between all modes and a firm commitment to integrating transportation, land use, housing, and economic development plans in order to serve the projected growth over the next several decades.

FULL REPORT, YOU CAN CHECK IT :
http://www.brookings.edu/reports/2009/0416_germany_transportation_buehler.aspx

Minggu, 22 April 2012

Dari GARUDA Youth Community Sampai Kemenangan



Kalau menengok ke hari-hari di tahun 2011 lalu, mungkin salah satu hari beruntung saya adalah tanggal 10 Juli. Bukannya menghitung-hitung, tapi hari itu cukup penting karena saya resmi ikut serta menjadi anggota GARUDA Youth Community, sebuah komunitas lingkungan hidup. Suatu kebiasaan saya adalah mengingat di luar kepala hari-hari berkesan. Siapa sangka hari itu menjadi awal dari sejarah tak terduga dalam hidup saya?
Singkat kisahnya saat itu, saya diundang mengikuti talkshow yang diadakan GYC di bilangan Jakarta Selatan, terjangkau dengan naik bajaj sebentar dari Blok M Plaza. Ternyata, ada ajakan untuk menjadi anggota GYC. Yasudah, saya mau saja dan memilih divisi Marketing Communications.
Kebetulan saya juga punya sedikit cita-cita untuk melestarikan lingkungan. Barangkali GYC bisa membantu saya berkontribusi untuk lingkungan, sampai situ saja pikir saya. Sebenarnya, saya saat itu belum mudeng bedanya anggota dengan pengurus. Setelah saya tahu, anggota itu ya pengurus juga. Butuh komitmen lebih untuk menjadi seorang pengurus. Yasudahlah, dengan senang saya bergabung dengan komunitas keren itu sambil sedikit kuatir keteteran karena kesibukan yang sudah ada cukup padat. Saya mencoba jalani dulu.
Itu sedikit kisah lalu perkenalan saya dengan GYC yang merupakan organisasi buatan David Sihombing, yang ternyata adalah mahasiswa Departemen Teknik Sipil UI 2007. Saya juga mahasiswa departemen yang sama, hanya saja program studi saya Teknik Lingkungan dan angkatan saya 2010. Beberapa hari belakanganGYC menyumbangkan kisah luar biasa pada saya dan keluarga GYC. Bisa dibilang, one of super stories of my life. Lucu, bangga dan bersyukur sangat bila diingat, karena hari ini GYC telah memberikan hal besar untuk hidup saya.
Apa hal besar itu? GYC telah memberikan kesempatan besar kepada saya untuk bisa menjadi orang yang (akhirnya) lebih berguna. Beberapa waktu lalu adalah bagian istimewa dari kesempatan tersebut: GYC memercayakan saya memimpin tim Accenture Gives Competition 2012 untuk mewakili GYC dan Universitas Indonesia. Yang paling istimewanya adalah saya bersama Dewi Ratna Diana Amelia (Manajemen 2010), Wahyu Andhika Gayatri (Sastra Cina 2010), Putri Mandara (Satra Inggris 2009) dan Felix Cahyo Kuncorojakti (Teknik Sipil 2009) berhasil memenangkannya! Tahu apa hadiahnya? Yakni modal implementasi project sebesar 75 juta rupiah! Saat pengumuman, asli, SPEECHLESS. Lega, tak terjelaskan, akhirnya kami bisa menjadi orang yang bisa memberi lebih untuk sesama dan (semoga) untuk masa depan bangsa dengan benar-benar menjalankan social project kami.
Oke, sebelum mengisahkan perjalanan menuju menangnya lomba, saya ceritakan sedikit project apa yang dibawa oleh GYC. Nah, GYC punya project yang sudah diuji coba sejak November lalu yaitu Desa Binaan Cilincing, dimana ibu-ibu di sana dibekali kemampuan membuat kerajinan dari limbah cangkang kerang alih-alih menjadi pengupas kerang yang notabenenya hanya butuh otot dan uang yang dihasilkan juga tak banyak.
Maka di Accenture Gives Competition, kami mengajukan proposal project Desa Binaan Cilincing lengkap dengan strategi ekonomis dan ekologisnya yaitu merangkai kesatuan project yang terdiri dari 3 program. Program-program itu adalah Bank Sampah, Rumah Kreasi Laut dan Microinsurance. Harapannya, ibu-ibu di Cilincing bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka bersama keluarganya.
Setelah lolos 5 besar di babak final dengan seleksi one-page proposal, kami diminta membuat proposal lengkap dan mempresentasikannya kepada. Saat-saat inilah yang cukup menantang. Deadline proposalnya bersamaan dengan Ujian Tengah Semester kami. Ditambah dengan kesibukan dan urgensi lain, yasudah maka kami ekstra multi-tasking mengelarkan proposal menjelang dan saat hari-hari UTS. Seru.
Kelar mengerjakan proposal tepat deadline 6 April, kami mempersiapkan presentasi. Sebagian besar dari kami masih UTS. Terlebih mata kuliah yang diujikan pekan itu adalah yang ‘mengerikan’. Yasudah, kami menyiapkan motivasi berlipat dan niat menang lebih besar. Masak iya sudah 5 besar, 75 juta di depan mata, lalu mau menyerah? Memang besar harga yang harus dibayar bila kalah, tapi toh kesempatan menang sudah besar! Begitu pikir kami. Tidak ada kosakata kalah dalam ‘kamus’ kami.
Pekan terakhir sebelum presentasi disibukkan dengan menyiapkan properti untuk ditunjukkan kepada juri. Mulai dari poster, video dokumenter, prototype produk lengkap dengan packaging cantiknya, jawaban dari pertanyaan yang mungkin ditanyakan, hingga latihan presentasi di depan kaca berulang kali. Dilengkapi skrip lengkap untuk presentasi, kami siap bertarung.
Yasudah, hari yang ditunggu sekaligus digelisahkan akhirnya tiba, 14 April 2012. Gladi bersih kami langsungkan selama perjalanan pada hari itu menuju kantor Accenture yang terletak di Wisma BNI 46 lantai 18. Kami mendapat gilran kedua presentasi. Penampilan kami berlangsung tanpa gangguan berarti, mampu menjawab pertanyaan juri, lebih baik daripada latihan kami, tinggal bagaimana pesaing kami dan keputusan Tuhan.
Hari itu dihabiskan sekalian pengumuman, kami menunggu hasil dengan bermain dan makan-makan sepuasnya bersama kawan-kawan dari UI, ITB dan UGM yang juga menjadi finalis. Hingga pada saat pengumuman sore harinya, kami duduk gemetar, gelisah. Mungkin rasanya seperti seorang laki-laki yang menunggu jawaban ya atau tidak dari gebetannya ya.
Untunglah, kami juara 1. Syukur, puji Tuhan, segala puji piji dan puji kepada Tuhan Yang Lebih Besar Dari Apapun. Kami berpelukan dan menangis terharu, tak mampu mengucap banyak kata. Untung saja Felix laki-laki. Maksudnya, karena dia laki-laki jadi tidak seemosional kami-kami para wanita yang terlewat terharu. Jadi dia memberi kata-kata sambutan kepada hadirin pada saat itu. Saya sendiri, baru sempat mengucap terimakasih dan mengaku terkejut, sudah tak bisa berkata lagi. Semua yang ada di ruangan itu tertawa geli.
Pokoknya pengalaman hari itu adalah salah satu kejadian besar selama 19 tahun 7 bulan dan 5 hari hidup saya. Bukan uang 75 jutanya, tapi besarnya kontribusi yang bisa diberikan dengan hadiah tersebut. Bukan label juara 1, tapi bagaimana kepercayaan yang diberikan GYC berhasil dijaga. Bukan status pemenang kami, tapi pembuktian bahwa kami memang bisa!
Terimakasih terbesar kepada Tuhan, sekali lagi, Yang Lebih Besar Dari Apapun. Terimakasih yang besar kepada David Immanuel Sihombing yang telah memercayakan kami menjadi perwakilan GYC. Andai boleh bilang, kami menang terutama karena David yang membimbing dari awal sampai menjelang presentasi! Terimakasih kepada rekan yang mendukung kami. Terimakasih pula untuk Agnes Elita Anne, Monica Utari, Kartika Nindya, Sirly Widyaningrum, Chandra Kartika, Kevin Lineria dan Denia Endriani yang selang sebentar setelah pengumuman mengucapkan selamat dengan amat hangat kepada kami. Terimakasih pada Accenture dan project mentor Accenture kami Ricky Tjok.
Terimakasih telah menyadarkan kami bahwa kami memang bisa dan memberi kami kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk negara. Semoga Desa Binaan Cilincing menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi kita semua dan Indonesia. GARUDA (Youth Community) di dadaku!


Depok, 17 April 2012
Ananda Putri Permatasari
Mahasiswa Teknik Lingkungan UI 2010
Marketing Communications GARUDA Youth Community
Jurnalis Pers Suara Mahasiswa UI

Kamis, 19 April 2012

AYO BERJUANG DI OIM FTUI 2012

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Newsletter dari GYC (GARUDA YOUTH COMMUNITY)

Teman-teman Sipil Lingkungan tercinta, kita saat ini dapat tautan link yang isinya Newsletter dari Garuda Youth  Community. Bisa langsung di cek untuk menambah wawasan kita semua :)

Edisi Oktober 2011 (#003)
http://www.4shared.com/document/0aw1bSUY/GYC_Newsletter_Oktober_2011.html?


Edisi November 2011 (#004)
 http://www.4shared.com/document/MCXZXxUU/GYC_Newsletter_November_2011.html?



 Edisi Desember 2011, Januari dan Febuari 2012 silahkan kunjungi:
www.gycforchange.org

Kamis, 05 April 2012

PERSIAPAN MATANG DEMI HASIL YANG MAKSIMAL

Depok, 6 April 2012...
Mungkin pagi ini merupakan pagi yang paling sibuk bagi peserta lomba jembatan ITS EXPO. Pelaksanaan lomba jembatan pejalan kaki se-Indonesia ini ternyata tak hanya menyedot perhatian warga ITS saja sebagai pihak penyelenggara. Sebagian mahasiswa/i UI yang kini tengah merancang jembatan serta mempersiapkan proposal lomba juga sedang dilanda hiruk pikuk UTS dan deadline lomba. Persiapan yang matang sebenarnya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari oleh sebagian besar peserta lomba yang mayoritas berasal dari Teknik Sipil UI.

Berbagai persiapan baik perhitungan struktur jembatan, penggunaan material, teknik perancangan dan design serta proposal pun dirampungkan dengan segera dengan memerhatikan konsep jembatan yang kokoh, indah, mampu menahan beban yang akan diujikan serta ramah lingkungan. Maklum, salah satu dari tema lomba jembatan ini adalah jembatan pejalan kaki yang ramah lingkungan. Untuk masalah design, ternyata sebagian besar peserta diperbolehkan menggunakan design cable-stayed bridge dan suspension bridge.

Hmm... IPTEK IMS FTUI hanya bisa mengucapkan SEMANGAT untuk kalian yang kini sedang berjuang merancang dan merampungkan proposal jembatan ini. Semoga tim beton, bangunan serta jembatan yang kini tengah berjuang membawa nama harum UI selalu sukses. Sukses UTS dan sukses lombanya pastinya..