#footer-column-divide { clear:both;background: #3B5998;color:#ffcc66; } .footer-column { padding: 10px; }

UNIVERSITAS INDONESIA

Veritas, Probitas, Justisia

IMS FTUI 2014

Integratif dan Kontributif

Civil Engineering

Proud To Be Civil Engineer

CENS UI 2013

Contribute to our country

OIM FTUI 2014

Ayo sipil pasti bisa rebut juara !!! #SemangatBerprestasi

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juni 2014

Sebentar Lagi, Teknologi 3D Bisa Cetak Struktur Konstruksi

Sebuah tim yang dipimpin oleh Arup telah mengembangkan metode untuk mendesain dan mencetak sendi besi.
Sebuah tim yang dipimpin Arup telah mengembangkan metode untuk mendesain dan mencetak secara tiga dimensi sendi besi untuk keperluan konstruksi. Sendi semacam ini, bisa menekan waktu dan biaya konstruksi dalam membuat simpul kompleks struktur tarik.
Penelitian ini diperkirakan mampu memberikan arah baru bagi penggunaan teknologi cetak tiga dimensi. Pasalnya, hasil penelitian mereka bisa digunakan dalam bidang konstruksi. Selain mampu mencetak komponen dengan bentuk yang elegan, inovasi ini pun bisa menekan biaya dan mengurangi limbah serta jejak karbon di bidang konstruksi.
"Dengan menggunakan manufaktur aditif, kita bisa menciptakan banyak komponen kompleks secara individual dengan jauh lebih efisien. Ini memiliki implikasi yang besar untuk mengurangi biaya dan mengurangi limbah. Namun, yang paling penting, pendekatan ini berpotensi menghasilkan desain sangat canggih tanpa perlu menyederhanakan desain dalam tahap selanjutnya untuk menekan biaya," ujar ketua tim Arup, Salomé Galjaard.
Memang, sejauh ini, metode manufaktur tradisional masih lebih murah. Namun, Arup sudah memprediksi bahwa hal tersebut akan berubah sebentar lagi. Arup pun tidak sendiri. Berbagai pihak sudah turut serta mengembangkan teknologi ini. Mereka adalah perusahaan pembuat piranti lunak desain teknik dan konsultan WithinLab, rekananan Manufaktur Aditif CRDM/3D Systems, dan EOS.


Sabtu, 24 Mei 2014

Bertenaga Surya... Inilah Jalan Raya Paling "Cerdas" di Dunia!

"jalan raya cerdas" yang mampu secara langsung memasukkan energi ke dalam pembangkit.
Pada 2012 lalu Designboomtelah memaparkan tahap pertama prototipe jalan bertenaga surya atau "jalan raya cerdas" rancangan insinyur listrik Amerika Serikat, Scott Brusaw. Proyek ini dipahami sebagai sebuah inisiatif untuk mengubah wajah jalan raya nasional dengan sebuah pemaknaan baru, yaitu memperkenalkan "jalan raya cerdas" yang mampu secara langsung memasukkan energi ke dalam pembangkit. 

Ini memang salah satu ide mutakhir memanfaatkan energi surya di bumi. Jika direalisasikan, konsep dasarnya bisa menggerakkan seluruh kebutuhan negara dan rakyatnya dengan "listrik gratis" yang dihasilkan dari "jalan raya cerdas" itu. Untuk mempelajari lebih lanjut, proyek Smart Streets and Solar Roadways itu bisa dilihat di sini.  

Saat ini, tahap kedua prototipe "jalan raya cerdas" itu telah dikembangkan lebih lanjut sebagai modul photovoltaic (PV). PV adalah sistem yang dapat menahan berat truk paving hingga 120.000 kilogram. Rencananya, jalan raya bertenaga surya ini dipasang di jalan raya, tempat parkir, jalan masuk, trotoar, jalur sepeda, serta kawasan taman bermain keluarga. Kendaraan listrik akan mampu mengisi energi dari tempat parkir dan jalan masuk. Bahkan, teknologi induksi mutualnya akan memungkinkan untuk pengisian bahan bakar saat pemilik kendaraan tengah mengemudi.Kenapa bisa begitu? Sistem ini didasarkan pada pembangkit listrik terpusat, dan distribusinya ditangani langsung melalui jalur transmisi dan pusat secara estafet. Setiap panel akan memiliki mikroprosesor sendiri yang dapat berkomunikasi secara nirkabel dengan panel di sekitarnya. Nantinya, pusat-pusat panel tersebut akan memantau satu sama lain untuk mengecek terjadinya kerusakan atau masalah. 

Senin, 19 Mei 2014

Lima Proyek Paling "Gila" di Negeri Teluk

Vertical Farms
Ada saja upaya untuk memegang tampuk hegemoni dunia. Setelah Burj Khalifa yang rekornya sebagai pencakar langit terjangkung hingga kini belum dipecahkan, negeri-negeri jazirah Arab sudah merencanakan untuk membangun megaproyek istimewa, untuk tidak dikatakan "gila".

Bukan sembarang proyek "gila", melainkan luar biasa dan mengundang keingintahuan publik. Bahkan, beberapa di antaranya mengadopsi gagasan para pesohor (selebriti) dunia, macam artis peran seksi Pamela Anderson.

Proyek tersebut adalah Vertical Farms, International Chess City, Smurf City, Pamela Anderson Eco Resort, dan Rotating Tower. Meski sebagian besar belum terealisasi, karena terganjal krisis 2008, namun bisa menjadi pembelajaran bagi para arsitek, pengembang, dan juga pemegang otoritas pemerintahan. Berikut detailnya:

Vertical Farms

Proyek ini dirancang sebagai peternakan vertikal pada pencakar langit di Dubai, Uni Emirat Arab. Vertical farms ini akan berfungsi seperti rumah kaca. Air laut digunakan untuk menyiram tanaman sekaligus mendinginkan gedung.

Proposal Vertical Farms sejatinya telah ada pada 2009 silam. Pembicaraan konstan mengenai ketahanan pangan di kawasan Teluk yang kembali dilakukan, membuka kesempatan bagi proyek ini untuk direalisasikan.
International Chess City

Kota catur skala internasional ini didesain menampung sebanyak 32 gedung agar terlihat seperti potongan berbeda dari papan catur.

Bangunan tertinggi dinamakan The King Tower, seluas 64.000 meter persegi 
dengan tinggi64 lantai. Selain itu, terdapat juga apartemen dan hotel berbintang dengan klasifikasi bintang tiga hingga tujuh. 
Smurf City
 
Pembangunan taman yang berada di Bahrain ini diperkirakan menelan dana sekitar 5 juta dollar AS atau setara Rp 56,6 miliar. Inspirasi taman ini berdasarkan karakter kartun anak-anak populer di Belgia, yakni "smurf". 

Smurf City berada di area seluas 8.350 meter persegi di West Riffa, dan merupakan bagian dari Pangeran Khalifa bin Salman Grand Garden.

Uniknya, di dalam taman ini akan terdapat 30 rumah Smurf dengan ukuran 50 meter persegi, rumah Papa Smurf seluas 250 meter persegi dan kastil seluas 220 meter persegi yang akan menjadi rumah bagi Smurf Nemesis Gargamel. Rumah-rumah tersebut dilengkapi dengan kafe, akuarium, dan toko suvenir. 
Pamela Anderson Eco-resort 

Pamela Anderson, artis peran serial televisi "Baywatch", sempat menunjukkan ketertarikannya di sektor perhotelan dengan merencanakan pembangunan fasilitas akomodasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Agustus 2008 silam.
"Aku sedang membangun sebuah hotel di sana. Ini adalah hotel ramah lingkungan. Aku pergi ke sana dengan membentuk Wish Foundation dan bertemu dengan beberapa orang besar di sanaKeluarga kerajaan benar-benar ramah,kata Anderson saat itu.

Dia juga menjelaskan, eco-resort 
dibangun tanpa bahan bakar fosil sama sekali. Padahal Abu Dhabi, gudang minyak fosil. Namun, rencana Anderson batal seiring resesi ekonomi di Amerika Serikat.
Rotating Tower 

Menara berputar (rotating tower) di Dubai ini diberi nama Dynamic Tower. Ketinggiannya mencapai 80 lantai dengan rancangan berputar hingga 360 derajat setiap 90 menit.
Ide ini muncul satu dekade silam, namun desainnya baru dirilis tahun lalu. Sayangnya, karena alasan substansial, Dynamic Tower hanya sebatas gambar di atas kertas. Jika dibangun, menara ini akan menghabiskan dana sekitar 541 juta dollar AS (Rp 6,1 triliun). 

Sumber :
www.constructionweekonline.com
www.kompas.com

Sabtu, 29 Maret 2014

Aksi serentak Earth Hour 2014

Earth-hour-wwf1

JAKARTA - Earth Hour merupakan kegiatan peduli lingkungan yang dipelopori oleh organisasi WWF (World Wide Fund for Nature) Australia, dimulai sejak 2007 dan diadakan pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya.  

Saat Earth Hour tiba, seluruh warga dunia serentak memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan sejak pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim serta mengurangi konsumsi listrik.

Asal Usul

Seperti dikutip dari situs Earth Hour, Jumat (26/3/2010), awalnya pada 2004 WWF Australia mencari upaya baru dalam penanggulangan dampak pemanasan global. Maka tercetuslah ide Earth Hour tersebut. Kemudian dalam perkembangannya, dari tahun ke tahun kampanye Earth Hour disambut baik dan didukung oleh masyarakat dan pemerintah.

Selanjutnya pada 2005, WWF Australia bersama dengan agen periklanan Leo Burnett Sydney mendiskusikan ide yang mengusung gagasan bahwa setiap orang bisa bertanggungjawab secara pribadi untuk masa depan bumi. Mereka pun mulai mengembangkan konsep pemadaman lampu dan listrik dalam skala besar. Gagasan ini diberi nama 'The Big Flick'.

Leo kemudian diberi tugas membuat nama kampanye yang bisa mewakili lebih dari sekadar memadamkan lampu. Maka pada 2006, konsep mereka diubah namanya menjadi Earth Hour. Dengan demikian, mereka berharap nama Earth Hour memungkinkan untuk memperluas fokus kampanye dari sekedar mematikan lampu.

Tepat pada 31 Maret 2007, pertamakalinya Earth Hour dilaksanakan di Sydney, Australia. Kala itu, pemadaman lampu dilakukan pada jam 19:30 hingga 20:30 waktu setempat. Sekira 2,2 juta penduduk Sydney dan 2.100 pengelola gedung perkantoran turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini lantas menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun-tahun berikutnya, Earth Hour pun kemudian diperingati secara global.

Aksi serentak di Indonesia

WWF-Indonesia bersama Earth Hour Champions mengadakan AKSI SERENTAK:
“Ini Aksiku! Mana Aksimu?” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kampanye Earth Hour yang tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 29 Maret 2014 selama 1 jam mulai 20.30 – 21.30 (waktu setempat). Target aksi adalah untuk mengingatkan masyarakat aksi ramah lingkungan yang mudah dan murah dan dapat dilakukan mulai dari diri sendiri setiap hari.
AKSI SERENTAK di 4 Car Free Day (CFD) selama bulan Februari dan Maret 2014 telah dimulai pada tanggal 16 Februari 2014 lalu bertema mendukung transportasi publik.
Selanjutnya, aksi akan dilakukan di 3 CFD di banyak kota pendukung kampanye di seluruh Indonesia:
1. 23 Februari 2014; Jam 06.30 – 10.00; tema: diet sampah plastik
2. 9 Maret 2014; tema: hemat kertas dan tisu
3. 23 Maret 2014; tema: air dan energi
Aksi yang dilakukan secara bersamaan di lokasi Car Free Day Sudirman – Thamrin:
1. Aksi Pengumpulan Sampah Plastik
Mulai dari Halte Ratu Plaza – Semanggi
Mulai dari Halte Karet – Menara BCA Bundaran HI
Mulai dari Monas – Menara BCA Bundaran HI
2. Aksi Pembuatan Tas Belanja dari Kaos Bekas di Menara BCA Bundaran HI
3. Aksi Pengumpulan Tas Belanja di Menara BCA Bundaran HI
Kali ini, tim kampanye Earth Hour yang bergabung dalam aksi serentak adalah Banda Aceh, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, Solo, Semarang, Kota Batu, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, dan Makassar.

“Ini Aksiku! Mana Aksimu?”

Sumber:
http://techno.okezone.com
http://indonesia-now.com

Jumat, 28 Maret 2014

Kereta Cepat Indonesia

Kereta Peluru Jakarta-Bandung Beroperasi 2020

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Mimpi Indonesia memiliki kereta cepat seperti Shinkansen di Jepang bakal terwujud. Rencananya, kereta berkecepatan tinggi itu beroperasi mulai tahun 2020 mendatang dengan rute Jakarta-Bandung. Pemerintah Jepang memberikan dana hibah sebesar 15 juta dollar AS untuk studi kelayakan proyek itu.

Studi kelayakan berlangsung selama dua tahap. Tahap pertama mulai 28 Januari 2014 hingga April 2015 untuk membahas perencanaan dasar kereta peuru tersebut. Tahap kedua berlangsung dari April 2015 hingga Desember 2015 guna menggodok detail kalkulasi biaya pembangunannya.

Perkiraan awal, proyek kereta kilat ini akan membutuhkan investasi hingga Rp 56 triliun. Dana tersebut termasuk untuk membangun jalur kereta sepanjang 133 kilometer dan pengadaan kereta cepatnya.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Dedy Supriadi Priyatna mengatakan, pemerintah menginginkan agar studi kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa dipersingkat menjadi 18 bulan. "Agar ground breaking proyek kereta segera terlaksana," katanya seusai menggelar rapat dengan perwakilan Pemerintah Jepang, Selasa (28/1/2014).

Nantinya, pemerintah akan membangun stasiun kereta cepat ini di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, karena memiliki akses yang bagus menuju Stasiun Sudirman dan stasiun MRT yang kini masih dalam pengerjaan. Adapun di Bandung, lokasi stasiun akan terletak di kawasan Gedebage.

Rute kereta cepat ini akan melewati Bekasi, Cikarang, dan Karawang, dengan jarak tempuh 133 km. Dengan kereta berkecepatan hingga 300 km/jam ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung cuma 37 menit. Dengan kereta api biasa, perjalanan butuh waktu sekitar tiga jam.

Nah, guna mempercepat proyek ini, pemerintah juga telah menyiapkan strategi khusus. Pemerintah akan membuat Unit Manajemen Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Unit ini terdiri dari berbagai elemen kementerian dan kelembagaan terkait. Contohnya, Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemprov Jawa Barat.

Indonesia Punya KA Super Cepat, 37 Menit Jakarta-Bandung, Tiket Rp200 Ribu/Orang

 

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia bakal memiliki kereta api super cepat. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembahasan proyek kereta cepat shinkanzen Jakarta-Bandung. Rencananya, harga tiket per orangnya kurang dari Rp 200.000.
Saat ini sedang dilaksanakan studi kelayakan mengenai kereta super cepat Shinkanzen tersebut termasuk kajian mengenai harga tiketnya.
Jakarta-Bandung sepanjang  133 kilometer nantinya ditempuh hanya selama 37 menit saja. Begitu halnya Jakarta-Surabaya hanya dia jam saja.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy Supriadi Priyatna mengatakan pemwrintah  akan mengusahakan agar harganya tiket dapat lebih rendah dari Rp 200.000. “Kami sedang membicarakan dengan pemerintah Jepang,” ujarnya.
Kereta Shinkanzen nantinya rute  yang dilewati  dari Jakarta ke Bandung melintas ke Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung dan Gedebage.
Namun jika tarifnya di bawah harga tersebut, kata Dedy, pemerintah harus melakukan subsidi. bisa dalam bentuk subsidi operasional atau subsidi investasi dalam pembangunannya.
Stasiun Shinkansen nantinya atau direncanakan berlokasi di kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat karena dianggap memiliki akses yang baik menuju Stasiun Sudirman dan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transportation (MRT) yang baru.
Sedangkan di Bandungnya sendiri direncanakan stasiunya berada di kawasan Gedebage.
Pembangunan  kereta cepat akan memakan waktu pembangunan 6-7 tahun dan menelan biaya hingga Rp56 triliun.
Diharapkan pada  tahun 2020 sudah selesai dan  masyarakat Jakarta dan Bandung diharapkan sudah bisa menikmati fasilitas kereta cepat ini.
Saat ini Proyek kereta cepat shinkansen Jakarta-Bandung sudah ke tahap feasibility study atau studi kelayakan  oleh pemerintah Jepang, yang menghibahkan dana 15 juta dollar AS untuk studi ini.
Sedangkan  pembiayaan kereta ini akan dilaksanakan   kerja sama antara pemerintah dan swasta (KPS), dengan porsi pemerintah mendominan.
Proyek  ini nantinya menggunakan teknologi yang hemat bahan bakar, namun juga hemat waktu karena  kecepatan kereta akan melaju hingga 300 km/jam.
Pembahasan mengenai perencanaan dasar kereta mulai April – Desember 2015 akan membahas detail kalkulasi harga pembangunan.

Kereta Super Cepat Lebih Krusial untuk Rute Jakarta-Surabaya

 

Jakarta -Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pembangunan kereta super cepat Shinkansen di Indonesia lebih krusial untuk diterapkan di jalur Jakarta-Surabaya. Pengusaha menilai jalur tersebut banyak menjadi basis pengusaha.

Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto saat acara seminar dengan tema Making 2014 The Year of Economic and Bussines Confidence di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

"Tentu penting ya, tapi menurut saya akan lebih penting lagi kalau Jakarta-Surabaya. Di Jakarta, Semarang, Surabaya kan jalur padat juga, banyak pengusaha," ujar dia.

Suryo menjelaskan, jalur Jakarta-Surabaya dinilai lebih banyak bisa menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan hanya untuk pengangkutan penumpang saja tetapi untuk kelancaran logistik dan barang.

"Jakarta-Surabaya melalui jalur utara menurut saya prioritas lebih tinggi karena akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi. Untuk kelancaran barang perlu jadi perhatian karena justru ini yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas," jelasnya.

Dia menambahkan, kereta super cepat ini memang perlu segera dibangun, namun tidak harus secepat Shinkansen yang mencapai 300 kilometer per jam.

"Tidak perlu kereta cepat seperti Shinkansen karena biaya tinggi. Cukup kecepatan 200 km per jam, itupun sudah dua kali lipat dari yang sekarang. Coba kalau bisa tempuh Jakarta-Surabaya dalam waktu 4 jam, akan luar biasa. Orang akan lebih milih naik kereta," tandasnya.

 

 

referensi 

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/29/1504420/Kereta.Peluru.Jakarta-Bandung.Beroperasi.2020

http://finance.detik.com/read/2014/01/30/150229/2483269/4/kereta-super-cepat-lebih-krusial-untuk-rute-jakarta-surabaya

http://poskotanews.com/2014/02/02/indonesia-punya-ka-super-cepat-37-menit-jakarta-bandung-tiket-rp200-ribuorang/ 


 

Senin, 03 Maret 2014

Sabuk Logam, Teknologi Murah untuk Rumah Tahan Gempa

Sebuah teknologi murah dan mudah diimplementasikan mampu mencegah jatuhnya korban akibat gempa bumi dan membuat rumah tetap aman ditinggali pasca bencana. Cukup kencangkan ikat pinggang.
Ribuan nyawa bisa diselamatkan setiap tahun apabila bangunan dibuat tahan gempa. Namun baru sedikit negara berkembang yang memiliki akses terhadap teknologi rumit yang kerap mahal yang dibutuhkan untuk membuat bangunan anti-gempa.
Kini sebuah tim dari Universitas Sheffield di Inggris mengaplikasikan teknik baru yang tengah diujicobakan pada sebuah bangunan yang diberi tekanan serupa dengan gempa bumi yang menggoncang Haiti tahun 2010 lalu – dan tidak runtuh.
Mengikatkan sabuk logam pada kolom beton sebuah bangunan mencegah keretakan material dan runtuhnya bangunan meski mendapatkan tekanan sepanjang tes.
“Cara kerjanya sangat menyerupai sabuk atlet angkat besi. Semuanya dikompresi sehingga mengurangi tekanan pada kolom beton,” jelas Profesor Kypros Pilakoutas, yang mengepalai tim di Sheffield.
Bak sabuk atlet angkat besi: Semuanya dikompresi sehingga mengurangi tekanan.
Bak sabuk atlet angkat besi: "Semuanya dikompresi sehingga mengurangi tekanan."
Tetap aman pasca gempa
Uji coba yang dipublikasikan Journal of Earthquake Engineering, melibatkan sebuah simulasi gempa bumi. Struktur beton yang dilindungi sabuk logam tetap bergoyang, namun tidak pernah runtuh.
"Metode kami tidak hanya membuat bangunan kembali stabil dengan cepat, tapi juga meningkatkan kemampuan bangunan untuk melakukan deformasi, sehingga tidak lebih rentan terhadap gempa susulan," katanya.
Membuat rumah yang rusak atau runtuh sebagian kembali aman pasca bencana akan memungkinkan warga untuk lebih cepat kembali menghuni rumah.
Hanya dua orang yang dibutuhkan untuk memasang sejumlah sabuk logam dalam waktu beberapa jam, dan para periset di Sheffield memperkirakan biaya yang dibutuhkan per rumah sekitar 250 Euro.
Profesor Kypros Pilakoutas (kiri) dan kandidat PhD Reyes Garcia dengan sampel sabuk logam
Profesor Kypros Pilakoutas (kiri) dan kandidat PhD Reyes Garcia dengan sampel sabuk logam
Masalah negara berkembang
Gempa bumi besar terakhir melanda provinsi kepulauan Bohol di Filipina bulan Oktober 2013. Lebih dari 200 orang tewas dan 900 lainnya terluka.
"Penyebab utama kematian adalah tertimpa runtuhan bangunan," ungkap Christine Casser, seorang sukarelawati yang dikirim ke Bohol oleh Disaster Aid UK.
Wilayah yang rentan gempa bumi di negara maju, seperti Tokyo dan Kalifornia, telah menanamkan investasi besar dalam melindungi bangunan baru dan tua dari aktivitas seismik.
Sebaliknya, negara-negara berkembang kerap tidak siap menghadapi gempa bumi terutama karena dua alasan: kurangnya dana dan kecenderungan untuk lupa terlalu cepat.
"Kami masih melihat beberapa bangunan yang rusak di Kota Meksiko. Namun warga sudah lupa betapa rentannya gedung-gedung ini," papar Reyes Garcia, seorang kandidat PhD dari Meksiko yang turut membantu Profesor Pilakoutas di Universitas Sheffield. Kota Meksiko dihantam gempa berkekuatan 8,1 skala Richter tahun 1985. Gempa ini menewaskan lebih dari 10 ribu orang.
"Kami tidak sadar kalau kami berada dalam zona seismik, kalau kami akan terkena gempa bumi dan kalau bencana semacam ini pasti akan terjadi entah kapan dalam masa hidup kami," pungkas Garcia.
  • Penulis Lars Bevanger
  • http://dw.de

Sabtu, 14 September 2013

World's First Invisible Tower - 450m Tall

For architecture buffs numbed by the ongoing global battle to crank out record-breaking tall buildings, here's something innovative to spark the imagination. The South Korean government has granted approval to begin construction on the world's first "invisible" tower. Designed by U.S.-based GDS Architects, the glass-encased Tower Infinity will top out at 450 meters (1,476 feet) and have the third highest observation deck in the world. The project is backed by Korea Land & Housing Corporation, a state-owned land and public housing developer. The invisibility illusion will be achieved with a high-tech LED facade system that uses a series of cameras that will send real-time images onto the building's reflective surface. It will be built just outside of Seoul near the Incheon International Airport. Neither the developer nor GDS have released a target completion date. The development will reportedly be used primarily for leisure activities. It will include a series of observation decks, a movie theater, roller coaster, water park and numerous food and beverage outlets. Though height isn't its main selling point, Tower Infinity is no slouch in the vertical department. When completed, it's expected to come in sixth on the list of the world's highest towers, behind Tokyo SkyTree, Guangzhou's CantonTower, Toronto's CN Tower, Moscow's Ostankino Tower and Shanghai's Oriental Pearl. Editor's note: The original version of this paragraph said Tower Infinity would be one of the world's tallest buildings, not towers. The error has been corrected. How it works Tower Infinity's invisible face is essentially just state of the art camouflage. Cameras will be placed at three different heights on six different sides of the building to capture real-time images of the surroundings; three other sections, each filled with 500 rows of LED screens, will project the individual digital images. Through digital processing, images will be scaled, rotated and merged to create a seamless panoramic image that appears on the LED rows to create the illusion of invisibility. In essence, whatever is going on behind the building will be projected onto the front of the building. According to GDS, managers will be able to alter the level of power used to give the building different levels of invisibility. "Instead of symbolizing prominence as another of the world's tallest and best towers, our solution aims to provide the world's first invisible tower, showcasing innovative Korean technology while encouraging a more global narrative in the process," said Charles Wee, GDS design principal, in a statement. source: http://edition.cnn.com/

Sabtu, 07 September 2013

Waterfront City Jakarta

Kamis, 25 Juli 2013

Wow, Jakarta Akan Bangun Supertall !!

Menara Pencakar Langit di Dunia Saat Ini

Belakangan ini, dunia berlomba-lomba membuat gedung pencakar langit yang tentunya sangat mengagumkan dan membuat kita terkesan. Sebut saja gedung Burj Khalifa di Dubai yang saat ini menjadi menara tertinggi di dunia yang mencapai 830 meter dengan 160 lantai serta dilengkapi lift tercepat di dunia dengan kecepatan 60 km/jam. Sungguh luar biasa !!

Burj Khalifa, Dubai

Seakan tak mau kalah, China pun akan membangun gedung yang akan megalahkan ketinggian dari Burj Khalifa ini, yang diberi nama Sky City dengan ketinggian 838 meter. Jangan kaget, perancang menara bernama Sky City One ini mengaku akan menyelesaikan gedung itu hanya dalam waktu 90 hari alias 3 bulan saja, wow!

Seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (17/6/2013), pembangunan gedung yang nantinya akan lebih tinggi 8 lantai dari Burj Khalifa ini akan dimulai bulan Juni ini. Tiga bulan ke depan, atau sekitar Agustus atau September gedung ini akan rampung.Burj khalifa saja membutuhkan waktu lima tahun untuk bisa berdiri tegak di atas tanah Dubai. Sementara gedung tertinggi yang akan dibangun di Changsa, China ini hanya butuh tiga bulan untuk mendirikan 220 lantainya.

http://images.detik.com/content/2013/06/17/1016/skycityone.jpg
Sky City, China

Yang teranyar, datang dari Arab Saudi. Pangeran Alwaleed bin Tatal, orang terkaya di timur tengah telah setuju untuk membangun calon menara tertinggi di dunia di masa depan yang disebut Kingdom Tower. Kingdom Tower ini akan menghadap Laut Merah, dan pembangunannya akan memakan waktu lima tahun. Gedung itu akan terdiri dari hotel bintang lima, apartemen, ruang kantor, dan observatory untuk mengamati benda-benda di langit. Nantinya, gedung dengan modal US$ 1,23 miliar (Rp 11,6 triliun) ini akan berdiri megah dengan ketinggian 1 kilometer !!!

Kingdom Tower, Arab Saudi


Jakarta Akan Bangun Menara Kebanggan Indonesia?

Jakarta bakal menyalip Kuala Lumpur dan kota-kota megapolitan lainnya di dunia? Jika segala sesuatunya berjalan lancar, maka hal itu akan terwujud pada  2016. Atau paling lambat 2017, sesuai perhitungan waktu pengerjaan konstruksi yang normal.

Adalah PT Grahamas Adisentosa  yang akan mengguncang dunia dengan Signature Tower Jakarta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. SCBD sendiri  dikembangkan PT Danayasa Arthatama Tbk yang sahamnya dimiliki Tomy Winata 0,001%, publik 17,58% dan pemegang mayoritas adalah PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tbk sebesar 82,4%.

Signature Tower merupakan gedung  111 lantai setinggi  638 meter atau diklaim kelima tertinggi di dunia setelah Kingdom Tower, Jeddah (1.000 m), Burj Khalifa, Dubai (828 m), Ping An Finance Centre, Shenzen (660 m) dan Seoul Light DMC Tower (640 m). Dengan total luas bangunan mencapai  500 ribu meter persegi, akan terdiri atas  tiga fungsi properti;  hotel, perkantoran dan ritel. Khusus ruang ritel, terkoneksi dengan mal Pacific Place. Menara ini terletak di jantung SCBD atau yang pernah ditempati oleh Automall.

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=/download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Ext-AerialNight_%28c%29SRSSA.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~640

Dibutuhkan dana tak kurang dari 1 miliar dolar AS atau Rp9 triliun. Rencananya, Signature Tower Jakarta akan dibiayai oleh dana internal perusahaan serta sindikasi beberapa bank nasional dan asing. 

Ada banyak hal yang membuat realisasi "supertall" menjadi sangat kompleks. Biaya adalah salah satu unsur penting yang besar pengaruhnya terhadap kelancaran pembangunan. Jika dana yang dialokasikan mencukupi atau syukur-syukur lebih, maka desain arsitektural seaneh, seunik, dan setinggi apa pun bisa diwujudkan. Dengan kata lain, semakin tinggi dan "out of the box" sebuah bangunan, akan kian membengkak pula fulusnya. Di Jakarta saja saat ini ongkos konstruksi sudah berada pada angka 800 dollar AS per meter persegi atau senilai Rp 7,7 juta.

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=./download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Ext-HotelPorte_%28c%29SRSSA2011.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~800

Menurut Head of Research and Advisory Cushman and Wakefield Arief Rahardjo, tinggi dan rendahnya sebuah bangunan dampak signifikannya hanya terjadi pada desain arsitektural dan struktur yang memengaruhi efisiensi floorplate-nya. "Dan yang terpenting apakah ruang yang akan disewakan di dalamnya akan terserap pasar pada saat bangunan itu jadi. Untuk Signature Tower yang dalam satu bangunan akan terbagi-bagi dalam beberapa peruntukan (perkantoran, ritel dan hotel), sebenarnya mempunyai kans terserap pasar karena luas bangunannya tidak terlalu besar. Dalam keadaan pasar seperti saat ini harusnya akan terserap dengan baik," ujar Arief kepada KOMPAS.com, di Jakarta, Senin (22/4/2013).

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=./download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Ext-PerspectiveSouth_%28c%29SRSSA.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~431

Bila dari segi bisnis peluang Signature Tower Jakarta dan Adhi Karya berpotensi mudah menggaet penyewa berkualifikasi dunia. Berbeda halnya dalam perspektif konstruksi dan arsitektur kota. Menurut ahli konstruksi Davy Sukamta, membangun gedung setinggi itu memerlukan beberapa studi, yakni;  dampak lingkungan termasuk traffic analysis, studi ketahanan struktur gedung terhadap pengaruh gempa dan pengaruh angin, pemakaian energi dan antisipasinya  terhadap pasokan yang tersedia, penanggulangan kebakaran dan terorisme, keselamatan penerbangan, dan lain-lain.

“Tentu perlu kalkulasi yang lain dari pada yang biasa dilakukan. Dalam hal ini struktur harus dianalisa dengan teknik nonlinear response history analysis untuk melihat ketahanannya terhadap pengaruh gempa, baik yang bersumber dari  zone subduksi jauh ataupun patahan dekat,” tandas Davy.

Selain itu, perlu dipikirkan pembiayaan jangka lebih panjang dari keadaan normal. Karena supertallmemakan waktu lebih lama untuk pembangunannya. Dengan demikian, dari mulai konstruksi sampai gedung bisa digunakan, merupakan hal yang harus dihitung dengan cermat, karena financial engineering-nya juga akan dihitung atas dasar ini. Untuk gedung setinggi ini, biayanya dapat mencapai dua kali lipat dari gedung-gedung 30 lantai. Komponen yang berbiaya lebih mahal adalah pada fondasi, struktur, metode kerja dan peralatan, transportasi vertikal dalam gedung, serta kuli bangunan. “Juga cost of money,” Davy mengingatkan.

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=./download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Ext-BridgeAerial_%28c%29SRSSA.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~800

Sementara dari perspektif arsitektur kota, perlu tidaknya  kehadiran supertall di Jakarta memang sangat subyektif. Tergantung dilihat dari siapa yang berpendapat.  “Tapi secara umum, mungkin Jakarta tidak perlu supertall. Masih banyak cara lain untuk menaikkan kelas kota Jakarta jadi kota kelas dunia. Tapi kalau pun dibangun, ya tidak masalah. Asal bagus, tidak merusak lingkungan, tidak rakus air, “green building”, mixed use, mengandalkan dukungan transportasi publik,  lantai atas bisa diakses oleh publik (seperti WTC New York, ketika masih eksis,  Empire State Building, Sands Singapore, atau World Finance Center di Shanghai), yang menyediakan ruang-ruang publik,” papar  mantan Ketua IAI DKI Jakarta, Bambang Eryudhawan.

Jika hal tersebut di tidak mampu dipenuhi oleh pengembangnya, maka keberadaan supertall hanya akan menimbulkan risiko membangkitan volume kendaraan bermotor (kalau mengandalkan mobil, bukanpublic transport), rakus energi juga polusi visual sepanjang masa jika rancangan atau desain arsitekturnya jelek.

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=./download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Dwg-WestElevation_%28c%29SRSSA.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~710

Karena itu, Yudha menyarankan,  jika berhasrat membangun supertall, sebaiknya  gunakan sebanyak mungkin bahan lokal  yang dapat menurunkan carbon footprint, sediakan fungsi-fungsi publik yang memadai (termasuk observation deck di lantai atas), sediakan parkir yang memadai dan dekatkan proyek dengan jaringan sistem MRT, serta terapkan “green building” seoptimal mungkin. Yang lebih penting adalah desain gedung disayembarakan di  tingkat internasional. Ini untuk menghindari polusi visual permanen.

Facts
Official NameSignature Tower Jakarta
Former / Other NameThe Signature Tower
Typebuilding
StatusProposed
CountryIndonesia
CityJakarta
Street Address / MapSudirman Central Business District
Building Functionhotel / office
Structural Materialcomposite
Proposed2010
Start of Construction2014
Completion2020
Official WebsiteSignature Tower
Figures
Height: Architectural638.0 meter / 2093 feet
Height: Occupied515.8 meter / 1692 feet
Height: To Tip638.0 meter / 2093 feet
Height: Observatory515.8 meter / 1692 feet
Floors Above Ground113
Floors Below Ground6
# of Hotel Rooms300
# of Parking Spaces3001
Companies Involved
OwnerPT Grahamas Adisentosa
DeveloperPT Grahamas Adisentosa
Design ArchitectSmallwood, Reynolds, Stewart, Stewart
Associate ArchitectPDW Architects
Structural EngineersThornton Tomasetti;
PT Gistama Intisemesta
MEP EngineersBeca Group;
PT Hantaran Prima Mandiri
Project ManagerPT Grahamas Adisentosa

<a rel=nofollow target=hiddenIframe href=./download.php?id=./images/albums/userpics/10005/SignatureTower_Dwg-WestElevationColor_%28c%29SRSSA2011.jpg>Download</a>~© SRSSA 2011 / CTBUH~1~225~600

Referensi: