#footer-column-divide { clear:both;background: #3B5998;color:#ffcc66; } .footer-column { padding: 10px; }

UNIVERSITAS INDONESIA

Veritas, Probitas, Justisia

IMS FTUI 2014

Integratif dan Kontributif

Civil Engineering

Proud To Be Civil Engineer

CENS UI 2013

Contribute to our country

OIM FTUI 2014

Ayo sipil pasti bisa rebut juara !!! #SemangatBerprestasi

Kamis, 15 November 2012

SONDIR

Sumber : http://ronymedia.wordpress.com/2010/05/24/apa-uji-sondir-itu/


 
Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.
Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)
            Pak Pengasuh Rubrik Konstruksi. Saya ingin membangunan ruko berlantai tiga, karena lokasi bangunan saya ini merupakan tanah rawa-rawa yang cukup dalam, saran kawan-kawan agar saya melakukan “uji sondir”. Mohon penjelasan apa maksud “uji sondir” itu? Dan Bagaimana merencanakan pondasi berdasarkan hasil uji sondir tersebut?. Dari, Yongky  Pekanbaru.
            Sdr Yongky yang saya hormati. Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Dalam uji sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Alat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya, cepat dan amat ekonomis.

            Sesungguhnya alat uji sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi tiang dalam skala kecil. Teknik pendugan lokasi atau kedalaman tanah keras dengan suatu batang telah lama dipraktekan sejak zaman dulu. Versi mula-mula dari teknik pendugaan ini telah dikembangkan di Swedia pada tahun 1917 oleh Swedish State Railways dan kemudian oleh Danish Railways tahun 1927. Karena kondisi tanah lembek dan banyaknya penggunaan pondasi tiang, pada tahun 1934 orang-orang Belanda memperkenalkan alat sondir sebagaimana yang kita kenal sekarang (Barentseen, 1936).
            Metode ini kemudian dikenal dengan berbagai nama seperti: Static Penetration Test atau Quassi Static Penetration Test, Duch Cone Test dan secara singkat disebut sounding saja yang berarti pendugaan. Di Indonesia kemudian dinamakan sondir yang diambil dari bahasa Belanda.
            Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para praktisi dan pakar geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya.
            Besaran penting yg diukur pada uji sondir adalah perlawanan ujung yg diambil sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang ujung sondir (qc). Besarnya gaya ini seringkali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan ujung jauh lebih besar daripada tanah butiran halus.
            Apa hubungan kuat dukung tanah dengan data sondir (qc).  Anda dapat melihat hubungan nilai tahanan konus (qc) terhadap konsistensi tanah, sebagai berikut ini. Untuk tanah yang sangat lunak nilai qc < 5 kg/cm2, lunak 5-10 kg/cm2, teguh 10-20 kg/cm2, kenyal 20-40 kg/cm2, sangat kenyal 40-80 kg/cm2, keras 80-150 kg/cm2, dan sangat keras > 150 kg/cm2.
            Berdasarkan keterangan Anda, lokasi bangunan berupa tanah rawa yang cukup dalam, maka jenis pondasi yang dipilih tiada lain adalah pondasi tiang. Pondasi tiang bisa berupa; tiang-tiang pancang (spun pile, mini pile, dsb) atau berupa bor pile. Tiang pancang mungkin sedkit lebih ekonomis dibandingkan dengan bor pile, akan tetapi pemilihan jenis pondasi ini perlu mempertimbangkan efek getarannya yang dapat merusak banguan di sekitarnya. Meskipun jenis pondasi bor pile lebih mahal, namun dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran atau vibrasi.
            Jika Anda ingin merencanakan pondasi tiang pada tanah rawa yang cukup dalam, sebaiknya tempatkan pada kedalaman yang nilai qc sama atau lebih 150 kg/cm2. Hal ini menunjukkan bahwa Anda telah menempatkan tiang-tiang pondasi pada tanah keras, dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan lagi terjadi penurunan (settlement).***

Kamis, 08 November 2012

LOMBA TENTANG LIMBAD

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang sering kali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi bumi (umumnya) dan kesehatan manusia (khususnya), sehingga perlu dilakukan penanganan efektif terhadap limbah di lingkungan sekitar kita.
Dari sini kami mengajak masyarakat umum untuk menulis sebuah karya tulis kreatif, berupa esai, paper, atau berupa artikel singkat tentang daur ulang limbah yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Berikut ketentuan dan persyaratan yang berlaku:
  1. Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
  2. Peserta adalah Tim/regu maksimal 2 orang, diperbolehkan Individu (personal).
  3. Kompetisi berlaku untuk pelajar, mahasiswa dan umum dengan batasan umur 15 s.d. 30 tahun.
  4. Setiap Karya yang diikutsertakan dalam Social Competition 2012 ini wajib mengandung unsur sosialisasi dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
  5. Karya yang didaftarkan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan baik di media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan sejenis lainnya.
  6. Karya yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
  7. Objek limbah adalah anorganik, bisa berupa; Sampah kertas, sampah kaleng, sampah botol, sampah plastik, sampah batreai, dll.
  8. Peserta diharapkan mengunduh formulir pendaftaran ::DOWNLOAD DISINI.::
  9. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim maksimal 2 karya terbaik dengan melampirkan data diri yang masih berlaku, baik berupa; SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll (di scan/foto sebagai lampiran).
  10. Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
  11. Karya wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin (top : 3, bottom : 3, left : 4, right : 3), font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email : lomba2nd@gmail.com.
  12. Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp.30.000,- (setiap judul karya) dan melampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan) atau konfirmasi via email sms ke 089 679 599 433 dengan format: Nama Pengirim – 3 digit terakhir nomor rekening pengirim – waktu transfer, contohMAHARDHITA-456-13.00. Nomor Rekening Registrasi/pendaftaran ke Bank BNI a/n : Aufa Imiliyana. No. Rek  015 224 8074.   
  13. Karya diterima panitia paling lambat tanggal 27 Nopember 2012 jam 17.00 WIB.
  14. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7  Nominator terbaik yang akan dibukukan, dan menghadiri Workshop pada pada jadwal yang akan kami tentukan selanjutnya.
  15. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  16. Penghargaan Pemenang.
  • Juara I Tabanas, Rp. 3.000.000.00,- + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
  • Juara II - Tabanas, Rp. 2.000.000.00,-  + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
  • Juara III - Tabanas, Rp. 1.000.000.00,-  + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
  • 7 Nominator Terbaik - Sertifikat + Souvenir + 1 Buku Terbitan 2011 + 2012.
Ketentuan Tambahan
  • Peserta dilarang melakukan surat menyurat baik secara online maupun offline kecuali terkait syarat dan ketentuan kompetisi.
  • Panitia tidak akan menjawab pertanyaan yang sudah ada pada syarat dan ketentuan berlaku.
  • Kecepeatan peserta dalam pengiriman naskah menjadi tambahan point penilaian.
  • Kontak Informasi di email: infoporseni@gmail.com telp/sms: +6289 679 599 433
  • Peserta diharap sudah like facebook dan follow twitter Porseni disini:
    Follow @PORSENIcom | Like Fans Page FB PORSENI

Kamis, 01 November 2012

BENDUNGAN URUGAN TANAH


I.                   PENDAHULUAN
Bendungan merupakan bangunan penahan buatan yang terbuat dari urugan atau beton sehingga dapat menampung air baik secara alamiah maupun buatan. Bendungan urugan terdiri dari bendungan urugan serba sama (homogenous), bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di dalam tubuh bendungan (claycore rockfill dam, zone dam) dan bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di muka (concrete face rockfill dam) (Andrijanto dan Wulan Pamungkas, 2011).
Air yang ditampung akibat dibangunnya bendungan biasanya digunakan untuk irigasi, pasok air baku untuk air minum, industri dan perkotaan, perikanan serta pembangkitan listrik. Manfaat lain bendungan adalah untuk pengendalian banjir dan pariwisata. Disamping untuk menampung air, bendungan juga dibangun untuk menampung material lain, seperti buangan/limbah pertambangan dan lahar dingin. Bendungan untuk menahan lahar dingin disebut juga bendungan sabo (sabo dam).
Awalnya jenis bendungan hanyalah earth fill dam yang dipadatkan sesuai kemampuan manusia. Bendungan yang dikenal dengan nama “Sadd-el Kafara” telah dibangun di sebelah selatan Kairo (mesir) antara tahun 2950 dan 2750 SM. Bendungan Sadd-el Kafara, dibangun dengan tinggi 12 m terdiri dari dua dinding yang dibuat dari puing-puing dengan ketebalan di dasar antara14-36 meter dengan tengahnya diisi dengan berbagai material. Diduga bendungan ini hancur akibat terjadinya overtopping (Asiyanto, 2011).

II.                PEMBAHASAN
Dahulu pembangunan bendungan urugan menggunakan tanah homogen lokal yang diangkut oleh manusia dan dipadatkan oleh binatang. Kemajuan yang besar dalam menjamin kekedapan bendungan urugan terhadap air dilakukan oleh Telford (1820) dengan menggunakan lempung puddle sebagai inti bendungan (Asiyanto, 2011). Seiring berkembangnya zaman, jenis bendungan mengalami kemajuan dengan munculnya bendungan beton seperti arch dam yaitu bendungan yang berbentuk lengkungan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar.
Dalam menghadapai perencanaan dan pelaksanaan bendungan besar ada 3 masalah dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.Kekuatan dan keamanan struktur bendungan, dimana peran spillway sangat penting khususnya pada bendungan tipe urugan (embankment dam), bahkan terkadang menentukan desain spillways lebih sulit dibandingkan dengan mendesain bendungan itu sendiri.
2. Kecukupan atau kemampuan fondasi.
3. Efek-efek dari berat air dan tinggi tekan.
Indonesia mulai menggunakan bendungan sejak akhir abad ke-19. Sejak tahun 1951-an Indonesia mulai melanjutkan pembangunan bendungan besar dimana kebanyakan merupakan bendungan urugan batu (rockfill) dan bendungan urugan tanah (earthfill). Hingga saat ini masih banyak dibangun bendungan tipe urugan batu dan tipe urugan tanah di antaranya adalah karena alasan-alasan berikut :
1.Bendungan tipe urugan bersifat “fleksibel”, sehingga sesuai di bangun di daerah (zone) gempa seperti di Indonesia.
2.Bendungan jenis lain, misalnya bendungan beton (concrete arch) memerlukan fondasi dan bahkan abutment yang kuat, sehingga memerlukan lokasi tertentu yang memenuhi syarat untuk pembangunannya.
Di Indonesia,dari semua bendungan tipe urugan, kira-kira 85% di antaranya merupakan urugan tanah homogen dan zonal, 15% sisanya merupakan urugan batu.  Bendungan urugan dibangun dengan cara meenimbun tanah, pasir dan kerikil dalam posisi tertentu untuk membatasi suatu lembah, dalam potongan melintang. Bendungan memiliki bentuk dasar segitiga dengan perbandingan kemiringan lereng di sisi hulu dan hilir sama yaitu 18 derajat. Dinding sebelah hulu berfungsi sebagai penahan gelombang sedangkan dinding sebelah hilir harus cukup kuat menahan erosi air hujan dan air bawah bendungan. Bendungan urugan tanah memiliki beberapa keuntungan antara lain bahan pembuatannya selalu tersedia disekitar bendungan, membutuhkan biaya kecil dan waktu yang cepat, dan pembangunannya dapat dilakukan pada semua kondisi geologi dan geografi yang ada.
Berdasarkan penempatannya dan susunan bahan pembentukan tubuhnya, bendungan urugan tanah dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu; bendungan urugan homogen, bendungan urugan zonal dan bendungan urugan bersekat. Bendungan urugan homogen yaitu dibangun dari bahan sejenis dengan gradasi butir yang seragam. Bendungan ini berfungsi sebagai bangunan penyangga dan penahan rembesan air. Bendungan urugan zonal yaitu dibangun dengan menyusun  timbunan bahan bangunan dengan gradasi yang berbeda-beda dalam lapisan tertentu, terdiri dari dua bagian yaitu bagian lulus air dan bagian kedap air. Bendungan urugan bersekat yaitu dibangun dengan cara melapiskan sekat kedap air (lembaran baja tahan karat aspal beton plastik tebal) pada bagian muka sebelah hulu Bendungan.
Selain itu ada juga yang dinamakan bendungan urugan batu. Bendungan ini dibangun dari urugan batu-batu besar yang ditumpuk di atas pondasi yang cukup kuat. Bendungan urugan batu biasa dibangun dengan kemiringannya sekitar 36 derajat. Pembangunan bendungan ini menggunakan dua metode yaitu metode urugan gilas dan metode urugan hidraulik. Metode urugan gilas adalah dilakukan dengan mesin tumpuk untuk mendapatkan bahan-bahan penyusun bendungan. Sedangkan metode urugan hidraulik dilakukan dengan melewatkan material-material penyusun dalam pipa-pipa berkatup yang didorong dengan kekuatan hidraulik.
Dalam konstruksi bendungan, setiap bendungan pasti mengalami rembesan air, namun bagaimana pengaruh rembesan air terhadap bendungan, sangat bergantung pada bentuk dan jenis bahan timbunan bendungan. Apabila rembesan air yang terjadi terlalu besar, akan mengakibatkan terganggunya pengoperasian bendungan, rawan terjadi longsor atau runtuh, hal ini diakibatkan meluncurnya massa tanah timbunan yang timbul tekanan besar. Untuk itu, dalam pembuatan bendungan terutama tipe urugan diperlukan syarat teknis, yaitu pemilihan jenis tanah timbunan, kepadatan, dan stabilitas bendungan.
Penggenangan bendungan juga merupakan tahapan yang kritis pada bendungan tipe urugan. Pada tahapan ini bahan timbunan bendungan akan mengalami perubahan karena pengaruh tambahan beban air di dalam waduk. Penggenangan akan mempengaruhi fondasi bagian hulu (upstream) bendungan, yang mendapatkan tambahan beban air diatasnya, sekaligus akan menimbulkan gaya angkat (uplift) pada timbunan rockfill. Pada timbunan rockfill bagian upstream juga akan terjadi proses collapsed, yaitu tambahan settlement yang terjadi karena proses loosening pada timbunan batuan oleh karena pengaruh air. Pada inti kedap air (core) dibagian hulu akan terjadi tekanan hidraulik akibat beban air, yang menyebabkan perubahan tegangan dan regangan pada inti kedap air. Inti kedap air juga akan mengalami perubahan dari kondisi tidak jenuh (unsaturated) menjadi jenuh (saturated) oleh karena terjadi aliran (seepage) didalamnya. Gaya angkat (uplift) pada rockfill di bagian hulu inti kedap air akan mengurangi tekanan kekang (confining pressure), sehingga akan terjadi deformasi tambahan di dalam inti kedap air dalam mencapai keseimbangan dan stabilitasnya. Perubahan-perubahan tersebut dapat berakibat fatal pada bendungan, seperti terjadinya hydraulic fracturing, crack (retakan) dan piping yang besar didalam inti kedap air, dan bahkan beberapa bendungan tipe urugan mengalami keruntuhan pada saat penggenangan pertama. Nobari dan Duncan (1972) menyampaikan pengaruh air pada saat penggenangan terhadap bagian-bagian konstruksi bendungan.


III.             PENUTUP
Di Indonesia sendiri pembangunan bendungan jenis urugan merupakan salah satu alternatif karena mudahnya perolehan material penyusun bendungan jenis ini. Selain itu, karena sifatnya yang fleksibel maka bendungan ini akan cukup resisten terhadap gempa yang sering terjadi di Indonesia sehingga resiko terjadi keretakan bendungan sangat kecil. Penggunaan bendungan jenis beton merupakan salah satu jenis bendungan yang memiliki resiko yang besar karena Indonesia sendiri terletak diantara lempeng benua sehingga hal ini memperbesar kemungkinan retaknya bendungan akibat gempa.


IV.             REFERENSI
  • Andrijanto dan Wulan Sri Pamungkas. 2011. Sejarah Bendungan Jatiluhur.
  • Asiyanto. 2011. Metode Konstruksi Bendungan. Jakarta : UI Press.
  • Djarwadi, Didiek. ---- .Pengaliran Pada Inti Bendungan Tipe Urugan pada Penggenangan Pertama Waduk.
  • Nobari, E.S., and Duncan, J.M. 1972. Effect of Reservoir Filling on Stresses and Movement in Earth Dams. A Report of an Investigation. Report No. TE-72-1. University of California Berkeley. California.
  • Prasetya. 2009. Disertasi Model Formulasi GAF Bendungan Tipe Urugan. Universitas Brawijaya.
  • Shinaro, Radi, dkk. ---- .Seri Sejarah Konstruksi Indonesia, Menyimak Bendungan di Indonesia (1910-2006). Bentara Adhi Cipta.

RUMAH UNIK

Setelah kemarin membahas tentang bangunan TERHIJAU. Sekarang IPTEK IMS FTUI akan membahas tentang rumah TERUNIK.
Sumber : http://www.aingindra.com/2012/04/10-rumah-terunik-di-dunia.html

Rumah merupakan tempat tinggal yang dimiliki setiap orang, dimanapun dan kapanpun rumah adalah tempat yang paling tepat untuk bersantai bersama keluarga tercinta. Rumah dengan design interior bagus sudah biasa, namun bagaimana yang terjadi jika kita melihat rumah versi unik yang pernah ada di dunia? . Beberapa kalangan memilih rumah tersebut sebagai tempat tinggalnya, meskipun unik namun tetap bisa membuat kita serasa nyaman di dalamnya. Berikut ini 10 Rumah unik tersebut:


1.Rumah terbalik


Rumah ini menurut saya benar-benar unik, maka pantaslah rumah ini dijuluki sebagi rumah unik yang pernah ada, sepitas kita melihatnya membuat kita mersa pusing karena bangunan rumahnya terbalik. Rumah ini terletak di Szymbark, Polandia yang kononya konsep rumah tersebut mendeskripsikan masa komunis saat ini.


2.Rumah Gelembung


Ada-ada saja sebutan nama rumah ini,rumhah ini memang terlihat seperti gelembung –gelembung, letaknya di Cannes , Perancis. Rumah seunik ini adalah hasil rancangan dari arsitek Antti Lovag.


3.Rumah Sepatu


Melihat konsep bangunannya mirip sekali dengan sepatu, rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar yang terletak di Hellam, Pennsylvania, Amerika. Rumah ini kabarnya pernah menjadi tempat penyimpanan es dan akhrnya saat ini digunakan sebagi musem.


4.Rumah Jamur


Rumah ini mirip sekali dengan tanaman jamur, Rumah ini berbahan dasar terbuat dari kayu pohon. Letakya di Cicinnati. Keunikan rumah ini pun tidak lepas dari design rancangan Terry Brown, Sebuah Profesor yang telah menekuni bidang arsitek selama bertahun-tahun.


5.Rumah Berjalan


Jika anda ingin berpindah-pindah tempat tidak salahnya mencontek konsep rumah yang satu ini, Rumah stinggi 10 kaki ini digerakan oleh energi solar dan juga angin. Adapun ide pembuatan rumah ini agar menyelamatkan para warga dari banjir dan gempa bumi.


6. Rumah Iglo


Bangunan ini ditumbuhi rumput diatapnya,Rumah ini merupakan cottage yang didirikan di kawasan pesisir pantai Kvivik,Pulau Faroe.


7.Rumah Stawberry


Melihatnya sangat lucu, rumah ini dinamakan rumah strawberry karena designnya persis dengan buah strawberry. Rumah ini terletak di Tokyo, jepang.


8.Rumah Air Terjun


Jika ingin menikmati suasana alam terbuka, mungkin rumah terjun adalah konsep yang bisa dicontek untuk menciptakan rumah. Rumah ini berlokasi di Pennsyvania, Amerika hasil rancangan arsiitektur Frank lloyd Wright. Rumah tersebut sengaja dibangun dibawah air terjun.


9. Rumah Tong


Jika melihat rumah ini mungkin kita bisa melihat tong besar yang tak terisi, padahal ini adalah sebuah rumah tong kayu yang berfungsi untuk mengawetkan anggur. Rumah ini berlokasi di Michgan, Amerika .


10.Rumah Kerang

Yang terakhir ialah rumah yang menyerupai dengan kerang. Rumah ini lengkap dengan kamar tidur, kamar mandi dan juga dapur. Rumah ini adalah rancangan dari Senosiain Arquitectos di Mexico.