#footer-column-divide { clear:both;background: #3B5998;color:#ffcc66; } .footer-column { padding: 10px; }

UNIVERSITAS INDONESIA

Veritas, Probitas, Justisia

IMS FTUI 2014

Integratif dan Kontributif

Civil Engineering

Proud To Be Civil Engineer

CENS UI 2013

Contribute to our country

OIM FTUI 2014

Ayo sipil pasti bisa rebut juara !!! #SemangatBerprestasi

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

10 Penemu Indonesia yang diakui dunia

Indonesia, disamping memiliki kekayaan alam yang luar biasa, juga memiliki kekayaan intelektual dari para rakyatnya yang kini, hasil penemuan dan inovasi mereka dipakai secara internasional... simak juga 43 penemu dari indonesia, berikut ini adalah 10 penemu diantara ribuan penemu dari Indonesia..

1. Tjandramukti
Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di desa ini, sekitar tahun 2000 berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar (salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata- rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.

Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi (43,9 %), umur yang pendek (72 hari), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang lain belum didaftarkan.

Selain kedelai, beliau juga menemukan konsep sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan serta metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai. (wah hebat )

2. Mujair

Mujair adalah nama seorang bapak yang pada tahun 1939 menemukan ikan yang pada akhirnya dinamai dengan nama yang sama di muara sungai Serang, Blitar.Beliau berhasil mengembangbiakkan ikan yang bukan asli perairan Indonesia dan menjadi populer hingga sekarang. (baru tau ternyata mujair ntu nama orang ) pak mujair itu mengembangbiakkan ikan yang aslinya ikan laut menjadi ikan air tawar ...!!!

3. Prof. Poorwo Soedarmo

Anda pasti hapal apa itu Empat Sehat Lima Sempurna, suatu slogan yang sangat mudah diingat dan tidak dapat dipungkiri berhasil dalam menyehatkan masyarakat Indonesia.Slogan atau lebih tepatnya konsep ini dicetuskan oleh seorang tokoh gizi Indonesia kelahiran Malang pada tahun 1904 bernama Poorwo Soedarmo. (ini juga di SD udah terkenal slogannya tapi penemunya kok ane baru tau )


4. Tjokorda Raka Sukawati

Beliau adalah penemu metode Sosrobahu
Sistem pembuatan penyangga jalan layang secara sejajar dengan jalan yang akan dibuat, dan dapat diputar dengan mudah bila akan digunakan. Sistem ini menghemat tempat, sehingga tidak memacetkan lalu lintas di bawahnya bila sebuah jalan layang dibuat di atas jalan lain (WOW )


5. Prof. Ir. R.M. Sedyatmo

Lulusan ITB angkatan 1934 ini berhasil menemukan pondasi cakar ayam pada tahun 1962
Sistem pondasi ini memungkinkan pembangunan di atas lahan yang labil, seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta, Jakarta, dan banyak bangunan lain di seluruh dunia. (dari Indonesia nih )


6. Mukibat

Pak Mukibat adalah petani sederhana dari Kediri ini pada tahun 1950 menemukan sistem penanaman singkong yang revolusioner. Beliau menempelkan batang ketela pohon karet yang daunnya rimbun di atas ketela pohon biasa (grafting). Setelah di tanam hasilnya sangat luar biasa. Dengan sistem pemanenan berulang, sebuah ketela pohon dapat memproduksi hingga 5 kali lipat dari yang biasanya. Untuk menghormati sistem tempel pada ketela pohon saat ini secara internasional dinamai sistem Mukibat, meskipun saat ini banyak orang mengaku- aku sebagai sistem mereka dengan sedikit modifikasi dari aslinya.
Tautan

7. BJ HABIBIE

bapak habibie juga salah satu penemu besar dari indonesia
dia adalah penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)

 
8. Michael Iskandar a.k.a Om Chia
Beliau menemukan Mesin Big Bang yang di pakai dan si sukai Valentino Rossi

Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dah hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60-an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik.

Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.Beliau meninggal 4 mei 2010

 
9. Prof. Dr. Khoirul Anwar
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.

10. Pak Minto

BERAWAL dari pemikiran, suatu saat kayu hutan dan minyak bumi akan habis. Minto(48), guru SD Negeri Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur(Jatim), memikirkan pembuatan kompor tenaga surya. Ketika itu tahun 1986.Pengetahuannya tentang sifat lensa dan penyerapannya terhadap panas mengilhamipembuatan kompor tenaga Matahari itu.

Minto mengakui, kompor tenaga surya berfungsi ganda yang dihasilkannya memang tidak praktis. "Memang perlu penyempurnaan, supaya lebih praktis," ujarnya. Kompor tenaga surya hasil buah karya Minto ini, tidak hanya dinikmati tetangga-tetangga dekatnya, tetapi juga oleh para pembelinya. Maukah CGI, World Bank, ADB atau UNDP membantu membiayai usaha2 Minto yang brilian ini

Sumber : http://isidunia.blogspot.com

Minggu, 22 April 2012

Dari GARUDA Youth Community Sampai Kemenangan



Kalau menengok ke hari-hari di tahun 2011 lalu, mungkin salah satu hari beruntung saya adalah tanggal 10 Juli. Bukannya menghitung-hitung, tapi hari itu cukup penting karena saya resmi ikut serta menjadi anggota GARUDA Youth Community, sebuah komunitas lingkungan hidup. Suatu kebiasaan saya adalah mengingat di luar kepala hari-hari berkesan. Siapa sangka hari itu menjadi awal dari sejarah tak terduga dalam hidup saya?
Singkat kisahnya saat itu, saya diundang mengikuti talkshow yang diadakan GYC di bilangan Jakarta Selatan, terjangkau dengan naik bajaj sebentar dari Blok M Plaza. Ternyata, ada ajakan untuk menjadi anggota GYC. Yasudah, saya mau saja dan memilih divisi Marketing Communications.
Kebetulan saya juga punya sedikit cita-cita untuk melestarikan lingkungan. Barangkali GYC bisa membantu saya berkontribusi untuk lingkungan, sampai situ saja pikir saya. Sebenarnya, saya saat itu belum mudeng bedanya anggota dengan pengurus. Setelah saya tahu, anggota itu ya pengurus juga. Butuh komitmen lebih untuk menjadi seorang pengurus. Yasudahlah, dengan senang saya bergabung dengan komunitas keren itu sambil sedikit kuatir keteteran karena kesibukan yang sudah ada cukup padat. Saya mencoba jalani dulu.
Itu sedikit kisah lalu perkenalan saya dengan GYC yang merupakan organisasi buatan David Sihombing, yang ternyata adalah mahasiswa Departemen Teknik Sipil UI 2007. Saya juga mahasiswa departemen yang sama, hanya saja program studi saya Teknik Lingkungan dan angkatan saya 2010. Beberapa hari belakanganGYC menyumbangkan kisah luar biasa pada saya dan keluarga GYC. Bisa dibilang, one of super stories of my life. Lucu, bangga dan bersyukur sangat bila diingat, karena hari ini GYC telah memberikan hal besar untuk hidup saya.
Apa hal besar itu? GYC telah memberikan kesempatan besar kepada saya untuk bisa menjadi orang yang (akhirnya) lebih berguna. Beberapa waktu lalu adalah bagian istimewa dari kesempatan tersebut: GYC memercayakan saya memimpin tim Accenture Gives Competition 2012 untuk mewakili GYC dan Universitas Indonesia. Yang paling istimewanya adalah saya bersama Dewi Ratna Diana Amelia (Manajemen 2010), Wahyu Andhika Gayatri (Sastra Cina 2010), Putri Mandara (Satra Inggris 2009) dan Felix Cahyo Kuncorojakti (Teknik Sipil 2009) berhasil memenangkannya! Tahu apa hadiahnya? Yakni modal implementasi project sebesar 75 juta rupiah! Saat pengumuman, asli, SPEECHLESS. Lega, tak terjelaskan, akhirnya kami bisa menjadi orang yang bisa memberi lebih untuk sesama dan (semoga) untuk masa depan bangsa dengan benar-benar menjalankan social project kami.
Oke, sebelum mengisahkan perjalanan menuju menangnya lomba, saya ceritakan sedikit project apa yang dibawa oleh GYC. Nah, GYC punya project yang sudah diuji coba sejak November lalu yaitu Desa Binaan Cilincing, dimana ibu-ibu di sana dibekali kemampuan membuat kerajinan dari limbah cangkang kerang alih-alih menjadi pengupas kerang yang notabenenya hanya butuh otot dan uang yang dihasilkan juga tak banyak.
Maka di Accenture Gives Competition, kami mengajukan proposal project Desa Binaan Cilincing lengkap dengan strategi ekonomis dan ekologisnya yaitu merangkai kesatuan project yang terdiri dari 3 program. Program-program itu adalah Bank Sampah, Rumah Kreasi Laut dan Microinsurance. Harapannya, ibu-ibu di Cilincing bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka bersama keluarganya.
Setelah lolos 5 besar di babak final dengan seleksi one-page proposal, kami diminta membuat proposal lengkap dan mempresentasikannya kepada. Saat-saat inilah yang cukup menantang. Deadline proposalnya bersamaan dengan Ujian Tengah Semester kami. Ditambah dengan kesibukan dan urgensi lain, yasudah maka kami ekstra multi-tasking mengelarkan proposal menjelang dan saat hari-hari UTS. Seru.
Kelar mengerjakan proposal tepat deadline 6 April, kami mempersiapkan presentasi. Sebagian besar dari kami masih UTS. Terlebih mata kuliah yang diujikan pekan itu adalah yang ‘mengerikan’. Yasudah, kami menyiapkan motivasi berlipat dan niat menang lebih besar. Masak iya sudah 5 besar, 75 juta di depan mata, lalu mau menyerah? Memang besar harga yang harus dibayar bila kalah, tapi toh kesempatan menang sudah besar! Begitu pikir kami. Tidak ada kosakata kalah dalam ‘kamus’ kami.
Pekan terakhir sebelum presentasi disibukkan dengan menyiapkan properti untuk ditunjukkan kepada juri. Mulai dari poster, video dokumenter, prototype produk lengkap dengan packaging cantiknya, jawaban dari pertanyaan yang mungkin ditanyakan, hingga latihan presentasi di depan kaca berulang kali. Dilengkapi skrip lengkap untuk presentasi, kami siap bertarung.
Yasudah, hari yang ditunggu sekaligus digelisahkan akhirnya tiba, 14 April 2012. Gladi bersih kami langsungkan selama perjalanan pada hari itu menuju kantor Accenture yang terletak di Wisma BNI 46 lantai 18. Kami mendapat gilran kedua presentasi. Penampilan kami berlangsung tanpa gangguan berarti, mampu menjawab pertanyaan juri, lebih baik daripada latihan kami, tinggal bagaimana pesaing kami dan keputusan Tuhan.
Hari itu dihabiskan sekalian pengumuman, kami menunggu hasil dengan bermain dan makan-makan sepuasnya bersama kawan-kawan dari UI, ITB dan UGM yang juga menjadi finalis. Hingga pada saat pengumuman sore harinya, kami duduk gemetar, gelisah. Mungkin rasanya seperti seorang laki-laki yang menunggu jawaban ya atau tidak dari gebetannya ya.
Untunglah, kami juara 1. Syukur, puji Tuhan, segala puji piji dan puji kepada Tuhan Yang Lebih Besar Dari Apapun. Kami berpelukan dan menangis terharu, tak mampu mengucap banyak kata. Untung saja Felix laki-laki. Maksudnya, karena dia laki-laki jadi tidak seemosional kami-kami para wanita yang terlewat terharu. Jadi dia memberi kata-kata sambutan kepada hadirin pada saat itu. Saya sendiri, baru sempat mengucap terimakasih dan mengaku terkejut, sudah tak bisa berkata lagi. Semua yang ada di ruangan itu tertawa geli.
Pokoknya pengalaman hari itu adalah salah satu kejadian besar selama 19 tahun 7 bulan dan 5 hari hidup saya. Bukan uang 75 jutanya, tapi besarnya kontribusi yang bisa diberikan dengan hadiah tersebut. Bukan label juara 1, tapi bagaimana kepercayaan yang diberikan GYC berhasil dijaga. Bukan status pemenang kami, tapi pembuktian bahwa kami memang bisa!
Terimakasih terbesar kepada Tuhan, sekali lagi, Yang Lebih Besar Dari Apapun. Terimakasih yang besar kepada David Immanuel Sihombing yang telah memercayakan kami menjadi perwakilan GYC. Andai boleh bilang, kami menang terutama karena David yang membimbing dari awal sampai menjelang presentasi! Terimakasih kepada rekan yang mendukung kami. Terimakasih pula untuk Agnes Elita Anne, Monica Utari, Kartika Nindya, Sirly Widyaningrum, Chandra Kartika, Kevin Lineria dan Denia Endriani yang selang sebentar setelah pengumuman mengucapkan selamat dengan amat hangat kepada kami. Terimakasih pada Accenture dan project mentor Accenture kami Ricky Tjok.
Terimakasih telah menyadarkan kami bahwa kami memang bisa dan memberi kami kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk negara. Semoga Desa Binaan Cilincing menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi kita semua dan Indonesia. GARUDA (Youth Community) di dadaku!


Depok, 17 April 2012
Ananda Putri Permatasari
Mahasiswa Teknik Lingkungan UI 2010
Marketing Communications GARUDA Youth Community
Jurnalis Pers Suara Mahasiswa UI

Senin, 28 November 2011

Jorney to Schlumberger (Part: Audition)


Bintaro, 06:18 WIB
INI kali pertama saya melakukan perjalanan menuju Bintaro. Seriously, biar mungkin sudah lebih dari 20 tahun saya hidup dan besar di Jakarta, nyatanya belum semua daerah pernah saya kunjungi.
Untuk hitungan rute dalam kota Jakarta, ini perjalanan paling jauh yang pernah saya lakukan: Bintara – Bintaro. Biar nama beda tipis, nyatanya kedua lokasi ini terletak sangat berjauhan. Bintara, akses tol terdekat dari rumah saya, terletak di pinggir Timur Jakarta, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, sedangkan Bintaro sudah hampir dekat dengan BSD (Tangerang). Kebayang kan seberapa jauhnya perjalanan yang saya tempuh untuk ukuran rute dalam kota?