UNIVERSITAS INDONESIA
Veritas, Probitas, Justisia
IMS FTUI 2014
Integratif dan Kontributif
Civil Engineering
Proud To Be Civil Engineer
CENS UI 2013
Contribute to our country
OIM FTUI 2014
Ayo sipil pasti bisa rebut juara !!! #SemangatBerprestasi
Senin, 07 Januari 2013
Kamis, 15 November 2012
SONDIR
Sumber : http://ronymedia.wordpress.com/2010/05/24/apa-uji-sondir-itu/

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.
Praktisi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)
Pak Pengasuh Rubrik Konstruksi. Saya ingin membangunan ruko berlantai tiga, karena lokasi bangunan saya ini merupakan tanah rawa-rawa yang cukup dalam, saran kawan-kawan agar saya melakukan “uji sondir”. Mohon penjelasan apa maksud “uji sondir” itu? Dan Bagaimana merencanakan pondasi berdasarkan hasil uji sondir tersebut?. Dari, Yongky Pekanbaru.
Sdr Yongky yang saya hormati. Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Dalam uji sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Alat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya, cepat dan amat ekonomis.
Sesungguhnya alat uji sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi tiang dalam skala kecil. Teknik pendugan lokasi atau kedalaman tanah keras dengan suatu batang telah lama dipraktekan sejak zaman dulu. Versi mula-mula dari teknik pendugaan ini telah dikembangkan di Swedia pada tahun 1917 oleh Swedish State Railways dan kemudian oleh Danish Railways tahun 1927. Karena kondisi tanah lembek dan banyaknya penggunaan pondasi tiang, pada tahun 1934 orang-orang Belanda memperkenalkan alat sondir sebagaimana yang kita kenal sekarang (Barentseen, 1936).
Metode ini kemudian dikenal dengan berbagai nama seperti: Static Penetration Test atau Quassi Static Penetration Test, Duch Cone Test dan secara singkat disebut sounding saja yang berarti pendugaan. Di Indonesia kemudian dinamakan sondir yang diambil dari bahasa Belanda.
Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para praktisi dan pakar geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya.
Besaran penting yg diukur pada uji sondir adalah perlawanan ujung yg diambil sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang ujung sondir (qc). Besarnya gaya ini seringkali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan ujung jauh lebih besar daripada tanah butiran halus.
Apa hubungan kuat dukung tanah dengan data sondir (qc). Anda dapat melihat hubungan nilai tahanan konus (qc) terhadap konsistensi tanah, sebagai berikut ini. Untuk tanah yang sangat lunak nilai qc < 5 kg/cm2, lunak 5-10 kg/cm2, teguh 10-20 kg/cm2, kenyal 20-40 kg/cm2, sangat kenyal 40-80 kg/cm2, keras 80-150 kg/cm2, dan sangat keras > 150 kg/cm2.
Berdasarkan keterangan Anda, lokasi bangunan berupa tanah rawa yang cukup dalam, maka jenis pondasi yang dipilih tiada lain adalah pondasi tiang. Pondasi tiang bisa berupa; tiang-tiang pancang (spun pile, mini pile, dsb) atau berupa bor pile. Tiang pancang mungkin sedkit lebih ekonomis dibandingkan dengan bor pile, akan tetapi pemilihan jenis pondasi ini perlu mempertimbangkan efek getarannya yang dapat merusak banguan di sekitarnya. Meskipun jenis pondasi bor pile lebih mahal, namun dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran atau vibrasi.
Jika Anda ingin merencanakan pondasi tiang pada tanah rawa yang cukup dalam, sebaiknya tempatkan pada kedalaman yang nilai qc sama atau lebih 150 kg/cm2. Hal ini menunjukkan bahwa Anda telah menempatkan tiang-tiang pondasi pada tanah keras, dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan lagi terjadi penurunan (settlement).***
Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.
Praktisi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)
Pak Pengasuh Rubrik Konstruksi. Saya ingin membangunan ruko berlantai tiga, karena lokasi bangunan saya ini merupakan tanah rawa-rawa yang cukup dalam, saran kawan-kawan agar saya melakukan “uji sondir”. Mohon penjelasan apa maksud “uji sondir” itu? Dan Bagaimana merencanakan pondasi berdasarkan hasil uji sondir tersebut?. Dari, Yongky Pekanbaru.
Sdr Yongky yang saya hormati. Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Dalam uji sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Alat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya, cepat dan amat ekonomis.
Sesungguhnya alat uji sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi tiang dalam skala kecil. Teknik pendugan lokasi atau kedalaman tanah keras dengan suatu batang telah lama dipraktekan sejak zaman dulu. Versi mula-mula dari teknik pendugaan ini telah dikembangkan di Swedia pada tahun 1917 oleh Swedish State Railways dan kemudian oleh Danish Railways tahun 1927. Karena kondisi tanah lembek dan banyaknya penggunaan pondasi tiang, pada tahun 1934 orang-orang Belanda memperkenalkan alat sondir sebagaimana yang kita kenal sekarang (Barentseen, 1936).
Metode ini kemudian dikenal dengan berbagai nama seperti: Static Penetration Test atau Quassi Static Penetration Test, Duch Cone Test dan secara singkat disebut sounding saja yang berarti pendugaan. Di Indonesia kemudian dinamakan sondir yang diambil dari bahasa Belanda.
Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para praktisi dan pakar geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya.
Besaran penting yg diukur pada uji sondir adalah perlawanan ujung yg diambil sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang ujung sondir (qc). Besarnya gaya ini seringkali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan ujung jauh lebih besar daripada tanah butiran halus.
Apa hubungan kuat dukung tanah dengan data sondir (qc). Anda dapat melihat hubungan nilai tahanan konus (qc) terhadap konsistensi tanah, sebagai berikut ini. Untuk tanah yang sangat lunak nilai qc < 5 kg/cm2, lunak 5-10 kg/cm2, teguh 10-20 kg/cm2, kenyal 20-40 kg/cm2, sangat kenyal 40-80 kg/cm2, keras 80-150 kg/cm2, dan sangat keras > 150 kg/cm2.
Berdasarkan keterangan Anda, lokasi bangunan berupa tanah rawa yang cukup dalam, maka jenis pondasi yang dipilih tiada lain adalah pondasi tiang. Pondasi tiang bisa berupa; tiang-tiang pancang (spun pile, mini pile, dsb) atau berupa bor pile. Tiang pancang mungkin sedkit lebih ekonomis dibandingkan dengan bor pile, akan tetapi pemilihan jenis pondasi ini perlu mempertimbangkan efek getarannya yang dapat merusak banguan di sekitarnya. Meskipun jenis pondasi bor pile lebih mahal, namun dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran atau vibrasi.
Jika Anda ingin merencanakan pondasi tiang pada tanah rawa yang cukup dalam, sebaiknya tempatkan pada kedalaman yang nilai qc sama atau lebih 150 kg/cm2. Hal ini menunjukkan bahwa Anda telah menempatkan tiang-tiang pondasi pada tanah keras, dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan lagi terjadi penurunan (settlement).***
Kamis, 08 November 2012
LOMBA TENTANG LIMBAD
Limbah adalah buangan
yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai
jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang sering kali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi bumi (umumnya) dan kesehatan manusia (khususnya), sehingga perlu dilakukan penanganan efektif terhadap limbah di lingkungan sekitar kita.
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang sering kali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi bumi (umumnya) dan kesehatan manusia (khususnya), sehingga perlu dilakukan penanganan efektif terhadap limbah di lingkungan sekitar kita.
Dari sini kami mengajak masyarakat umum untuk menulis sebuah karya tulis kreatif,
berupa esai, paper, atau berupa artikel singkat tentang daur ulang
limbah yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Berikut ketentuan dan persyaratan yang berlaku:
- Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
- Peserta adalah Tim/regu maksimal 2 orang, diperbolehkan Individu (personal).
- Kompetisi berlaku untuk pelajar, mahasiswa dan umum dengan batasan umur 15 s.d. 30 tahun.
- Setiap Karya yang diikutsertakan dalam Social Competition 2012 ini wajib mengandung unsur sosialisasi dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
- Karya yang didaftarkan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan baik di media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan sejenis lainnya.
- Karya yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
- Objek limbah adalah anorganik, bisa berupa; Sampah kertas, sampah kaleng, sampah botol, sampah plastik, sampah batreai, dll.
- Peserta diharapkan mengunduh formulir pendaftaran ::DOWNLOAD DISINI.::
- Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim maksimal 2 karya terbaik dengan melampirkan data diri yang masih berlaku, baik berupa; SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll (di scan/foto sebagai lampiran).
- Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
- Karya wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin (top : 3, bottom : 3, left : 4, right : 3), font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email : lomba2nd@gmail.com.
- Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp.30.000,- (setiap judul karya) dan melampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan) atau konfirmasi via email sms ke 089 679 599 433 dengan format: Nama Pengirim – 3 digit terakhir nomor rekening pengirim – waktu transfer, contoh: MAHARDHITA-
456-13.00. Nomor Rekening Registrasi/pendaftaran ke Bank BNI a/n : Aufa Imiliyana. No. Rek 015 224 8074. - Karya diterima panitia paling lambat tanggal 27 Nopember 2012 jam 17.00 WIB.
- Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7 Nominator terbaik yang akan dibukukan, dan menghadiri Workshop pada pada jadwal yang akan kami tentukan selanjutnya.
- Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
- Penghargaan Pemenang.
- Juara I - Tabanas, Rp. 3.000.000.00,- + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
- Juara II - Tabanas, Rp. 2.000.000.00,- + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
- Juara III - Tabanas, Rp. 1.000.000.00,- + Sertifikat + Souvenir + 2 Buku Terbitan 2011 + 2012.
- 7 Nominator Terbaik - Sertifikat + Souvenir + 1 Buku Terbitan 2011 + 2012.
Ketentuan Tambahan
- Peserta dilarang melakukan surat menyurat baik secara online maupun offline kecuali terkait syarat dan ketentuan kompetisi.
- Panitia tidak akan menjawab pertanyaan yang sudah ada pada syarat dan ketentuan berlaku.
- Kecepeatan peserta dalam pengiriman naskah menjadi tambahan point penilaian.
- Kontak Informasi di email: infoporseni@gmail.com telp/sms: +6289 679 599 433
- Peserta diharap sudah like facebook dan follow twitter Porseni disini:
Follow @PORSENIcom | Like Fans Page FB PORSENI
Kamis, 01 November 2012
BENDUNGAN URUGAN TANAH
I.
PENDAHULUAN
Bendungan merupakan bangunan penahan buatan
yang terbuat dari urugan atau beton sehingga dapat menampung air baik secara
alamiah maupun buatan. Bendungan urugan terdiri dari bendungan urugan serba
sama (homogenous), bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di
dalam tubuh bendungan (claycore rockfill dam, zone dam) dan
bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di muka (concrete face
rockfill dam) (Andrijanto dan Wulan Pamungkas, 2011).
Air yang ditampung
akibat dibangunnya bendungan biasanya digunakan untuk irigasi, pasok air baku
untuk air minum, industri dan perkotaan, perikanan serta pembangkitan listrik.
Manfaat lain bendungan adalah untuk pengendalian banjir dan pariwisata.
Disamping untuk menampung air, bendungan juga dibangun untuk menampung material
lain, seperti buangan/limbah pertambangan dan lahar dingin. Bendungan untuk
menahan lahar dingin disebut juga bendungan sabo (sabo dam).
Awalnya jenis bendungan
hanyalah earth fill dam yang dipadatkan
sesuai kemampuan manusia. Bendungan yang dikenal dengan nama “Sadd-el Kafara”
telah dibangun di sebelah selatan Kairo (mesir) antara tahun 2950 dan 2750 SM. Bendungan
Sadd-el Kafara, dibangun dengan tinggi 12 m terdiri dari dua dinding yang
dibuat dari puing-puing dengan ketebalan di dasar antara14-36 meter dengan
tengahnya diisi dengan berbagai material. Diduga bendungan ini hancur akibat
terjadinya overtopping (Asiyanto,
2011).
II.
PEMBAHASAN
Dahulu pembangunan
bendungan urugan menggunakan tanah homogen lokal yang diangkut oleh manusia dan
dipadatkan oleh binatang. Kemajuan yang besar dalam menjamin kekedapan
bendungan urugan terhadap air dilakukan oleh Telford (1820) dengan menggunakan
lempung puddle sebagai inti bendungan (Asiyanto, 2011). Seiring berkembangnya
zaman, jenis bendungan mengalami kemajuan dengan munculnya bendungan beton seperti
arch dam yaitu bendungan yang
berbentuk lengkungan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar.
Dalam menghadapai perencanaan dan
pelaksanaan bendungan besar ada 3 masalah dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.Kekuatan dan keamanan struktur
bendungan, dimana peran spillway
sangat penting khususnya pada bendungan tipe urugan (embankment dam), bahkan terkadang menentukan desain spillways lebih sulit dibandingkan
dengan mendesain bendungan itu sendiri.
2. Kecukupan atau kemampuan fondasi.
3. Efek-efek dari berat air dan tinggi
tekan.
Indonesia mulai menggunakan
bendungan sejak akhir abad ke-19. Sejak tahun 1951-an Indonesia mulai
melanjutkan pembangunan bendungan besar dimana kebanyakan merupakan bendungan
urugan batu (rockfill) dan bendungan
urugan tanah (earthfill). Hingga saat
ini masih banyak dibangun bendungan tipe urugan batu dan tipe urugan tanah di
antaranya adalah karena alasan-alasan berikut :
1.Bendungan tipe urugan bersifat
“fleksibel”, sehingga sesuai di bangun di daerah (zone) gempa seperti di Indonesia.
2.Bendungan jenis lain, misalnya bendungan
beton (concrete arch) memerlukan
fondasi dan bahkan abutment yang
kuat, sehingga memerlukan lokasi tertentu yang memenuhi syarat untuk
pembangunannya.
Di Indonesia,dari semua
bendungan tipe urugan, kira-kira 85% di antaranya merupakan urugan tanah homogen
dan zonal, 15% sisanya merupakan urugan batu. Bendungan urugan dibangun dengan cara
meenimbun tanah, pasir dan kerikil dalam posisi tertentu untuk membatasi suatu
lembah, dalam potongan melintang. Bendungan memiliki bentuk dasar segitiga
dengan perbandingan kemiringan lereng di sisi hulu dan hilir sama yaitu 18
derajat. Dinding sebelah hulu berfungsi sebagai penahan gelombang sedangkan
dinding sebelah hilir harus cukup kuat menahan erosi air hujan dan air bawah bendungan.
Bendungan urugan tanah memiliki beberapa keuntungan antara lain bahan
pembuatannya selalu tersedia disekitar bendungan, membutuhkan biaya kecil dan
waktu yang cepat, dan pembangunannya dapat dilakukan pada semua kondisi geologi
dan geografi yang ada.
Berdasarkan
penempatannya dan susunan bahan pembentukan tubuhnya, bendungan urugan tanah
dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu; bendungan urugan homogen, bendungan urugan
zonal dan bendungan urugan bersekat. Bendungan urugan homogen yaitu dibangun dari bahan sejenis
dengan gradasi butir yang seragam. Bendungan ini berfungsi sebagai bangunan
penyangga dan penahan rembesan air. Bendungan urugan zonal yaitu dibangun dengan menyusun timbunan bahan bangunan
dengan gradasi yang berbeda-beda dalam lapisan tertentu, terdiri dari dua
bagian yaitu bagian lulus air dan bagian kedap air. Bendungan urugan bersekat
yaitu dibangun dengan cara melapiskan sekat kedap air (lembaran baja tahan
karat aspal beton plastik tebal) pada bagian muka sebelah hulu Bendungan.
Selain itu ada juga
yang dinamakan bendungan urugan batu. Bendungan ini dibangun dari urugan
batu-batu besar yang ditumpuk di atas pondasi yang cukup kuat. Bendungan urugan
batu biasa dibangun dengan kemiringannya sekitar 36 derajat. Pembangunan bendungan
ini menggunakan dua metode yaitu metode urugan gilas dan metode urugan
hidraulik. Metode urugan gilas adalah dilakukan dengan mesin tumpuk untuk
mendapatkan bahan-bahan penyusun bendungan. Sedangkan metode urugan hidraulik
dilakukan dengan melewatkan material-material penyusun dalam pipa-pipa berkatup
yang didorong dengan kekuatan hidraulik.
Dalam konstruksi
bendungan, setiap bendungan pasti mengalami rembesan air, namun bagaimana
pengaruh rembesan air terhadap bendungan, sangat bergantung pada bentuk dan
jenis bahan timbunan bendungan. Apabila rembesan air yang terjadi terlalu
besar, akan mengakibatkan terganggunya pengoperasian bendungan, rawan terjadi
longsor atau runtuh, hal ini diakibatkan meluncurnya massa tanah timbunan yang
timbul tekanan besar. Untuk itu, dalam pembuatan bendungan terutama tipe urugan
diperlukan syarat teknis, yaitu pemilihan jenis tanah timbunan, kepadatan, dan
stabilitas bendungan.
Penggenangan bendungan
juga merupakan tahapan yang kritis pada bendungan tipe urugan. Pada tahapan ini
bahan timbunan bendungan akan mengalami perubahan karena pengaruh tambahan
beban air di dalam waduk. Penggenangan akan mempengaruhi fondasi bagian hulu (upstream)
bendungan, yang mendapatkan tambahan beban air diatasnya, sekaligus akan
menimbulkan gaya angkat (uplift) pada timbunan rockfill. Pada
timbunan rockfill bagian upstream juga akan terjadi proses collapsed,
yaitu tambahan settlement yang terjadi karena proses loosening pada
timbunan batuan oleh karena pengaruh air. Pada inti kedap air (core) dibagian
hulu akan terjadi tekanan hidraulik akibat beban air, yang menyebabkan
perubahan tegangan dan regangan pada inti kedap air. Inti kedap air juga akan
mengalami perubahan dari kondisi tidak jenuh (unsaturated) menjadi jenuh
(saturated) oleh karena terjadi aliran (seepage) didalamnya. Gaya
angkat (uplift) pada rockfill di bagian hulu inti kedap air akan
mengurangi tekanan kekang (confining pressure), sehingga akan
terjadi deformasi tambahan di dalam inti kedap air dalam mencapai keseimbangan
dan stabilitasnya. Perubahan-perubahan tersebut dapat berakibat fatal pada
bendungan, seperti terjadinya hydraulic fracturing, crack (retakan) dan piping
yang besar didalam inti kedap air, dan bahkan beberapa bendungan tipe
urugan mengalami keruntuhan pada saat penggenangan pertama. Nobari dan Duncan
(1972) menyampaikan pengaruh air pada saat penggenangan terhadap bagian-bagian
konstruksi bendungan.
III.
PENUTUP
Di Indonesia sendiri
pembangunan bendungan jenis urugan merupakan salah satu alternatif karena
mudahnya perolehan material penyusun bendungan jenis ini. Selain itu, karena
sifatnya yang fleksibel maka bendungan ini akan cukup resisten terhadap gempa
yang sering terjadi di Indonesia sehingga resiko terjadi keretakan bendungan
sangat kecil. Penggunaan bendungan jenis beton merupakan salah satu jenis
bendungan yang memiliki resiko yang besar karena Indonesia sendiri terletak
diantara lempeng benua sehingga hal ini memperbesar kemungkinan retaknya
bendungan akibat gempa.
IV.
REFERENSI
- Andrijanto dan Wulan Sri Pamungkas. 2011. Sejarah Bendungan Jatiluhur.
- Asiyanto. 2011. Metode Konstruksi Bendungan. Jakarta : UI Press.
- Djarwadi, Didiek. ---- .Pengaliran Pada Inti Bendungan Tipe Urugan pada Penggenangan Pertama Waduk.
- Nobari, E.S., and Duncan, J.M. 1972. Effect of Reservoir Filling on Stresses and Movement in Earth Dams. A Report of an Investigation. Report No. TE-72-1. University of California Berkeley. California.
- Prasetya. 2009. Disertasi Model Formulasi GAF Bendungan Tipe Urugan. Universitas Brawijaya.
- Shinaro, Radi, dkk. ---- .Seri Sejarah Konstruksi Indonesia, Menyimak Bendungan di Indonesia (1910-2006). Bentara Adhi Cipta.
RUMAH UNIK
Setelah kemarin membahas tentang bangunan TERHIJAU. Sekarang IPTEK IMS FTUI akan membahas tentang rumah TERUNIK.
Sumber : http://www.aingindra.com/2012/04/10-rumah-terunik-di-dunia.html
Rumah merupakan tempat tinggal yang dimiliki setiap orang, dimanapun dan kapanpun rumah adalah tempat yang paling tepat untuk bersantai bersama keluarga tercinta. Rumah dengan design interior bagus sudah biasa, namun bagaimana yang terjadi jika kita melihat rumah versi unik yang pernah ada di dunia? . Beberapa kalangan memilih rumah tersebut sebagai tempat tinggalnya, meskipun unik namun tetap bisa membuat kita serasa nyaman di dalamnya. Berikut ini 10 Rumah unik tersebut:
Sumber : http://www.aingindra.com/2012/04/10-rumah-terunik-di-dunia.html
Rumah merupakan tempat tinggal yang dimiliki setiap orang, dimanapun dan kapanpun rumah adalah tempat yang paling tepat untuk bersantai bersama keluarga tercinta. Rumah dengan design interior bagus sudah biasa, namun bagaimana yang terjadi jika kita melihat rumah versi unik yang pernah ada di dunia? . Beberapa kalangan memilih rumah tersebut sebagai tempat tinggalnya, meskipun unik namun tetap bisa membuat kita serasa nyaman di dalamnya. Berikut ini 10 Rumah unik tersebut:
1.Rumah terbalik
Rumah
ini menurut saya benar-benar unik, maka pantaslah rumah ini dijuluki
sebagi rumah unik yang pernah ada, sepitas kita melihatnya membuat kita
mersa pusing karena bangunan rumahnya terbalik. Rumah ini terletak di
Szymbark, Polandia yang kononya konsep rumah tersebut mendeskripsikan
masa komunis saat ini.
2.Rumah Gelembung
Ada-ada
saja sebutan nama rumah ini,rumhah ini memang terlihat seperti
gelembung –gelembung, letaknya di Cannes , Perancis. Rumah seunik ini
adalah hasil rancangan dari arsitek Antti Lovag.
3.Rumah Sepatu
Melihat
konsep bangunannya mirip sekali dengan sepatu, rumah ini memiliki
ukuran yang cukup besar yang terletak di Hellam, Pennsylvania, Amerika.
Rumah ini kabarnya pernah menjadi tempat penyimpanan es dan akhrnya
saat ini digunakan sebagi musem.
4.Rumah Jamur
Rumah
ini mirip sekali dengan tanaman jamur, Rumah ini berbahan dasar terbuat
dari kayu pohon. Letakya di Cicinnati. Keunikan rumah ini pun tidak
lepas dari design rancangan Terry Brown, Sebuah Profesor yang telah
menekuni bidang arsitek selama bertahun-tahun.
5.Rumah Berjalan
Jika
anda ingin berpindah-pindah tempat tidak salahnya mencontek konsep
rumah yang satu ini, Rumah stinggi 10 kaki ini digerakan oleh energi
solar dan juga angin. Adapun ide pembuatan rumah ini agar menyelamatkan
para warga dari banjir dan gempa bumi.
6. Rumah Iglo
Bangunan ini ditumbuhi rumput diatapnya,Rumah ini merupakan cottage yang didirikan di kawasan pesisir pantai Kvivik,Pulau Faroe.
7.Rumah Stawberry
Melihatnya
sangat lucu, rumah ini dinamakan rumah strawberry karena designnya
persis dengan buah strawberry. Rumah ini terletak di Tokyo, jepang.
8.Rumah Air Terjun
Jika
ingin menikmati suasana alam terbuka, mungkin rumah terjun adalah
konsep yang bisa dicontek untuk menciptakan rumah. Rumah ini berlokasi
di Pennsyvania, Amerika hasil rancangan arsiitektur Frank lloyd
Wright. Rumah tersebut sengaja dibangun dibawah air terjun.
9. Rumah Tong
Jika
melihat rumah ini mungkin kita bisa melihat tong besar yang tak terisi,
padahal ini adalah sebuah rumah tong kayu yang berfungsi untuk
mengawetkan anggur. Rumah ini berlokasi di Michgan, Amerika .
10.Rumah Kerang
Yang
terakhir ialah rumah yang menyerupai dengan kerang. Rumah ini lengkap
dengan kamar tidur, kamar mandi dan juga dapur. Rumah ini adalah
rancangan dari Senosiain Arquitectos di Mexico.








